Selengkapnya : Liputan Kunjungan Imam Besar Masjidil Haram ke PBNU

72

Imam Masjidil Haram Sampaikan Salam Raja Salman untuk NU

Jakarta, NU Online

Selengkapnya : Liputan Kunjungan Imam Besar Masjidil Haram ke PBNUImam Masjidil Haram Syekh Sholeh bin Abdullah bin Humaid mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat Jumat, (4/5). Dalam kunjungan ini Syekh Sholeh menyampaikan salam Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Dikatakan, Arab Saudi memiliki Saudi Arabia Visi 2030 untuk melakukan penyebaran Islam wasathiyah (moderat), dan meminta NU untuk bersama-sama menyebarkan Islam moderat ke seluruh dunia.

Iklan Layanan Masyarakat

Menanggapi hal tersebut, Kiai Said mengatakan bahwa NU sudah sejak lama mengedepankan Islam yang ramah dan moderat.

Nahdlatul Ulama, kata kiai kelahiran Cirebon ini, mengedepankan  at-tawassuth (moderat), at-tawazun (seimbang), al-i’tidal (tegak lurus), dan tasamuh (toleransi).

Selain itu Kiai Said juga menyampaikan bahwa peran Arab Saudi begitu besar bagi umat Islam seluruh dunia, dengan melayani penyelenggaraan ibadah umrah dan haji.

Peran tersebut lanjut kiai Said bertujuan mulia, yakni memudahkan umat Islam dalam beribadah kepada Allah. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Sumber : NU Online

PBNU Doakan Raja Salman dan Kerajaaan Saudi Tetap Kuat

Jakarta, NU Online

Selengkapnya : Liputan Kunjungan Imam Besar Masjidil Haram ke PBNUKetua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mendoakan agar Raja Salman bin Abdul Aziz selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini ia sampaikan saat menerima kunjungan Imam Masjidil Haram Syekh Sholeh bin Abdullah bin Humaid.

“Dan sekarang, semoga Raja Salman selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Kiai Said yang langsung disambut amin oleh pada hadirin di lantai 3 gedung PBNU, Jakarta, Jumat (4/5) siang.

Kiai Said mengungkapkan bahwa peran Raja Salman sangat mulia dalam memberikan pelayanan ibadah haji dan umrah.

“Semuanya dilakukan bukan karena apa-apa, melainkan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Ats-Tsaqafah ini juga mendoakan agar kerajaan saudi tetap kuat. Karena, kekuatan Saudi Arabia adalah kekuatan Islam karena di sana ada Haramain.

Lebih khusus, Kiai Said juga berdoa untuk keamanan Tanah Haram, Makkah dan Madinah.

“Insyaallah al-Haramain fi al-amni (dalam keadaan aman),” katanya.

Syekh Sholeh berkunjung ke PBNU dalam rangka silaturahim. Sebelumnya, ia ke Indonesia dalam rangka mengikuti Konsultasi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia yang berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (1-3/5).

Ia disambut oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rais Syuriyah PBNU KH Subhan Makmun, Ketua PBNU KH Abdul Manan, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini, dan Bendahara Umum H Bina Suhendra. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Sumber : NU Online

Imam Masjidil Haram: Rasulullah Junjung Nasionalisme

Jakarta, NU Online

Selengkapnya : Liputan Kunjungan Imam Besar Masjidil Haram ke PBNUImam Masjidil Haram Syekh Sholeh bin Abdullah bin Humaid menjelaskan, sikap nasionalis merupakan unsur penting dalam membangun bangsa dan agama.  Bahkan, kata dia, Rasulullah Muhammad SAW merupakan sosok yang sangat menjunjung tinggi nilai nasionalisme. Karena itulah, kecintaan Rasulullah kepada tanah kelahirannya, Makkah sangatlah besar.

“Rasulullah saat berada di Madinah pernah bersabda ‘Seandainya aku tidak diusir maka aku tidak akan pindah dari Makkah,”’ kata kata Syekh Sholeh di sela kunjungannya di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Jumat (4/5) siang.

Sebagai bentuk cinta tanah air, Rasulullah memberi keteladanan dengan membangun masyarakat yang baik. Dalam upaya ini, menurut Sykeh Sholeh ulama memiliki peran yang sangat tinggi untuk menyebarkan Islam rahmatan lil alamin.

“Menyebarkan Islam yang baik dengan kata-kata yang baik, tidak kasar, dan tidak tasyadud (berlebihan),” ujar Syekh Sholeh.

Sayangnya, kata Syekh Sholeh, ada kelompok orang dalam Islam yang mengajarkan ajaran ekstrem dalam Islam dan meramaikan pemberitan media massa. Sehingga ajaran kekerasan dalam agama dapat dianggap sebagai sebuah kebenaran.

Imam besar Masjidil Haram Syekh Soleh bin Abdullah bin Humaid bersama rombongan mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini merupakan utusan resmi kerajaan Arab Saudi untuk PBNU. Dalam kunjungannya, Raja Salman mengajak PBNU untuk ikut menjaga islam moderat di dunia. (Kendi Setiawan/Ahmad Rozali)

Sumber : NU Online

Kunjungi PBNU, Imam Masjidil Haram Apresiasi Ulama Nusantara Didikan Masjid

Jakarta, NU Online
Selengkapnya : Liputan Kunjungan Imam Besar Masjidil Haram ke PBNUKetua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyebut sejumlah ulama Nusantara seperti Syekh Ahmad Khatib Sambas dan Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani di hadapan Imam dan Khatib Masjidil Haram Syekh Soleh bin Abdullah bin Humaid. Kata Kiai Said, kedua ulama Nusantara itu belajar di Masjidil Haram yang kemudian menjadi ulama besar.

Hal itu diakui oleh Syekh Soleh bin Abdullah bin Humaid. Namun, sekarang terjadi pergeseran setelah masuk sekolah-sekolah formal. Menurutnya, anak-anak lebih berminat sekolah daripada mengaji di masjid.

“Dulu memproduksi ulama yang berkualitas tinggi, tapi (setelah) ada sekolah formal, masjid menjadi sepi,” ujar Syekh Soleh bin Abdullah bin Humaid di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (4/5).

Syekh Sholeh bercerita bahwa orang tuanya mendirikan ma’had untuk merespons keadaan yang memprihatinkan tersebut. Ma’had dibentuk agar anak-anak kembali mengaji.

Syekh Sholeh berkunjung dalam rangka silaturahmi. Dengan pengurus harian PBNU, Syekh Sholeh membicarakan salah satunya tema nasionalisme.

Pada kunjungan tersebut, Syekh Soleh bin Abdullah bin Humaid disambut segenap pengurus harian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Tampak hadir Rais Syuriyah KH Subhan Makmun, Ketua PBNU H Eman Suryaman, Ketua KH Abdul Manan Ghani, Sekjen H Helmy Faisal Zaini, Bendahara Umum H Ing Bina Suhendra. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Sumber : NU Online

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here