The news is by your side.

Siapkan Santri Melek Digital, LTN NU Garut Gelar Workshop Literasi Digital Santri

Pengurus LTN NU Garut yang dilantik kemarin (25/8) Foto: Salim

Pondok pesantren merupakan Lembaga pendidikan khas Indonesia yang beridi sejak abad ke-14, dimana banyak masyarakat dari kalangan santri dilahirkan dari pesantren untuk menjadi pemimpin bagi dirinya dan masyarakat sekitar.

Pada dasarnya, alumni pesantren lebih survive dalam menghadapi masa depan, santri di didik untuk menjadi pribadi yang mandiri dan berfikir optimis karena santri di doktrin untuk meyakini akan semua hal sudah diatur oleh Allah SWT dan kita hanya diberi kewenangan untuk beribadah dengan cara beriktiar.

Namun hal tersebut jarang muncul dipermukaan (media) karena jarang ada menulis dari kalangan santri itu sendiri, padahal banyak hal yang bisa ditulis dan dijadikan konten-konten kreatif dalam media.

Mengingat kondisi tersebut, PC LTN NU Garut menggelar “Workshop Literasi Digital Santri” untuk melatih 70 santri dari 30 pesantren untuk bisa menulis dan membuat konten-konten lain agar menjadi konten kreatif dalam Youtube, Facebook, Instagram, Twitter dan media sosial lainnya.

Workshop Literasi Digital Santri dilaksanakan di Aula Gedung MUI Kab. Garut. (25/8)

Ketua PC LTN NU Garut Jayadi Supriadin mengatakan, kegiatan literasi santri penting bagi dunia pesantren untuk menghasilkan produk literasi yang baik bagi masyarakat. Karena banyak hal-hal positif yang dihasilkan di dunia pesantren

“Hasilnya bisa buku, kitab, atau bahkan siapa tahu ada youtuber santri atau vloger santri dari Garut,”

Menurut Jayadi sapaan akrabnya, selama ini kegiatan pesantren, masih dianggap tabu bagi sebagian warga, sehingga dinilai sebelah mata kalangan orang tua dalam mendidik putra-putrinya dalam mendapatkan pendidikan agama.

“Dunia pesantren itu sangat menarik, mulai aktifitas disiplin santrinya dari bangun tidur sampai tidur lagi, hingga contoh akhlak pesantren yang diterapkan antara santri dan gurunya,” kata dia.


Dengan hadirnya pelatihan itu, para santri, pengurus hingga para ustaz di pesantren diajak mulai terbiasa menggunakan dan menghasilkan produk literasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain handal menghasilkan konten naskah tulisan, puluhan santri itu diharapkan mampu menghasilkan materi medsos yang berkualitas bagi masyarakat.

“Bisa juga menjadi salah satu upaya menangkal berita hoaks atau berita bohong dari kalangan santri di pesantren,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kemenag Garut Cece Hidayat, Wakil Bendahara LTN PBNU Abdul Malik Mughni, Wakil Rais Syuriah dan Sekretaris PCNU Garut KH Opa Mustopa dan Deni Ranggajaya, Ketua Muslimat NU Garut Hj Kinkin Fatonah, Wakil Ketua Fatayat NU Sindi, Ketua LTMNU Ust. Dana, Ketua Lakpesdam NU Idham, Perwakilan LBHNU, Ketua PC IPNU Arif Bahaudin, Perwakilan IPPNU, serta puluhan peserta lainnya.

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.