Siapkan Santri Melek Digital, LTN NU Garut Gelar Workshop Literasi Digital Santri

17
Pengurus LTN NU Garut yang dilantik kemarin (25/8) Foto: Salim

Pondok pesantren merupakan Lembaga pendidikan khas Indonesia yang beridi sejak abad ke-14, dimana banyak masyarakat dari kalangan santri dilahirkan dari pesantren untuk menjadi pemimpin bagi dirinya dan masyarakat sekitar.

Pada dasarnya, alumni pesantren lebih survive dalam menghadapi masa depan, santri di didik untuk menjadi pribadi yang mandiri dan berfikir optimis karena santri di doktrin untuk meyakini akan semua hal sudah diatur oleh Allah SWT dan kita hanya diberi kewenangan untuk beribadah dengan cara beriktiar.

Namun hal tersebut jarang muncul dipermukaan (media) karena jarang ada menulis dari kalangan santri itu sendiri, padahal banyak hal yang bisa ditulis dan dijadikan konten-konten kreatif dalam media.

Iklan Layanan Masyarakat

Mengingat kondisi tersebut, PC LTN NU Garut menggelar “Workshop Literasi Digital Santri” untuk melatih 70 santri dari 30 pesantren untuk bisa menulis dan membuat konten-konten lain agar menjadi konten kreatif dalam Youtube, Facebook, Instagram, Twitter dan media sosial lainnya.

Workshop Literasi Digital Santri dilaksanakan di Aula Gedung MUI Kab. Garut. (25/8)

Ketua PC LTN NU Garut Jayadi Supriadin mengatakan, kegiatan literasi santri penting bagi dunia pesantren untuk menghasilkan produk literasi yang baik bagi masyarakat. Karena banyak hal-hal positif yang dihasilkan di dunia pesantren

“Hasilnya bisa buku, kitab, atau bahkan siapa tahu ada youtuber santri atau vloger santri dari Garut,”

Menurut Jayadi sapaan akrabnya, selama ini kegiatan pesantren, masih dianggap tabu bagi sebagian warga, sehingga dinilai sebelah mata kalangan orang tua dalam mendidik putra-putrinya dalam mendapatkan pendidikan agama.

“Dunia pesantren itu sangat menarik, mulai aktifitas disiplin santrinya dari bangun tidur sampai tidur lagi, hingga contoh akhlak pesantren yang diterapkan antara santri dan gurunya,” kata dia.


Dengan hadirnya pelatihan itu, para santri, pengurus hingga para ustaz di pesantren diajak mulai terbiasa menggunakan dan menghasilkan produk literasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain handal menghasilkan konten naskah tulisan, puluhan santri itu diharapkan mampu menghasilkan materi medsos yang berkualitas bagi masyarakat.

“Bisa juga menjadi salah satu upaya menangkal berita hoaks atau berita bohong dari kalangan santri di pesantren,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kemenag Garut Cece Hidayat, Wakil Bendahara LTN PBNU Abdul Malik Mughni, Wakil Rais Syuriah dan Sekretaris PCNU Garut KH Opa Mustopa dan Deni Ranggajaya, Ketua Muslimat NU Garut Hj Kinkin Fatonah, Wakil Ketua Fatayat NU Sindi, Ketua LTMNU Ust. Dana, Ketua Lakpesdam NU Idham, Perwakilan LBHNU, Ketua PC IPNU Arif Bahaudin, Perwakilan IPPNU, serta puluhan peserta lainnya.

Previous articlePANJI-PANJI HITAM YANG KELUAR DARI KEWARASAN
Next articleTALIBAN DE FACTO
Ditengah kesibukannya sebagai Guru di SMK dan MA Fauzaniyyah, pria yang kuliah di STKIP Garut (IPI) juga pernah nyantri di PP Fauzan dan Al Faizin (Fauzan 4), Ia pun aktif juga sebagai penulis berita pada LTN NU Garut dan Kontributor NU Online.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here