PANJI-PANJI HITAM YANG KELUAR DARI KEWARASAN

92

Ayik Heriansyah – Kajian-kajian akhir zaman (eskatologi) berubah menjadi cocoklogi jika tidak berbasis fakta, logika, dan sejarah. Harusnya kajian ini bersifat ilmiah berdasarkan metodologi dan riset.

Jika tidak, terkesan ngawur, bernuansa klenik dan mistik. Contonya isu dukhan. Ramadlan tahun lalu, isu dukhan sempat heboh setelah ustadz-ustadz akhir zaman dengan penuh percaya diri menetapkan hari Jum’at tanggal 15 Ramadlan 1441 H akan muncul dukhan. Ternyata hoaks! Tanpa ada klarifikasi dan permintaan maaf dari ustadz-ustadz akhir zaman tersebut.

Ustadz-ustadz yang sama, kali ini menetapkan panji-panji hitam yang keluar dari Khurasan adalah taliban berdasarkan hadits, “Al-Mahdi akan muncul setelah keluarnya panji-panji hitam [ar-raayaat as-suud] dari (dunia belahan) Timur, yang mana pasukan ini tidak pernah kalah dengan pasukan manapun.” (HR. Ibnu Majjah).

Ustadz-ustadz akhir zaman meyakini pasukan yang membawa bendera hitam (rayah) dan tak terkalahkan itu adalah Taliban. Benarkah?

Sudah pasti salah. Mengapa? Karena bendera Taliban bukan berwarna hitam, melainkan putih (liwa’). Stasiun-stasiun televisi menampilkan pasukan Taliban konvoi membawa bendera putih. Jurubicara Taliban Zahibullah Mujahid saat melakukan konferensi pers, di belakangnya ada bendera putih. Demikian juga Jurubicara Taliban di Doha Suhail Shaheen, ketika diwawancara salah satu stasiun televisi, di sampingnya ada bendera kecil berwarna putih. Lalu dimana panji-panji hitamnya?!

Menurut ustadz-ustadz akhir zaman, Taliban pasukan yang tak pernah terkalahkan. Ustadz-ustadz ini tidak bisa membedakan antara bangsa Afghanistan dengan Taliban. Taliban adalah milisi baru yang lahir awal 1990-an. Taliban belum lahir ketika bangsa Afghanistan mengalahkan Inggris abad 19 dan Uni Sovyet (1979 – 1989).

Taliban tidak turut serta dalam mengalahkan Inggris dan Uni Sovyet di Afghanistan. Taliban justru datang, memerangi dan mengalahkan pemerintahan koalisi mujahidin dalam perang 1994 – 1996 yang notabene beragama Islam.

Taliban dikalahkan Amerika dan sekutunya pada perang tahun 2001. Meski 20 tahun kemudian Taliban menang, lalu bagaimana bisa dikatakan bahwa Taliban adalah panji-panji hitam dari Khurasan yang tak terkalahkan?! Jika yang disebut bangsa Afghanistan sebagai kaum yang tak pernah dikalahkan penjajah, ini yang lebih mendekati kenyataan.

Seminggu setelah merebut kembali kekuasaanya, Taliban bukannya merangsek ke arah barat menuju Yerussalem melalui negara Iran, Irak dan Yordania untuk menemui Imam Mahdi lalu bersama-sama memerangi Dajjal dan menguasai al-Quds. Taliban malah pergi ke arah timur menemui pejabat Cina menawarkan kerjasama.

Apakah ini yang disebut Nabi saw sebagai panji-panji hitam dari Khurasan yang akan bersama Imam Mahdi membebaskan al-Quds dari Israel?! Gak lah ya.

Previous articleWAR ON TERROR UJUNG-UJUNGNYA TEKOR
Next articleSiapkan Santri Melek Digital, LTN NU Garut Gelar Workshop Literasi Digital Santri
Penulis artikel produktif yang sering dijadikan rujukan di berbagai media massa, pemerhati pergerakkan Islam transnasional, khususnya HTI yang sempat bergabung dengannya sebelum kembali ke harakah Nahdlatul Ulama. Kini aktif sebagai anggota LTN di PCNU Kota Bandung dan LDNU PWNU Jawa Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here