Syukuran Kemerdekaan, Warga NU Bogor Istigotsah

23

Syukuran Kemerdekaan, Warga NU Bogor IstigotsahBogor, NU Online

Warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Bogor menggelar istigotsah dan sholawatan pada Sabtu (26/8) sebagai syukuran perayaan HUT ke-72 RI.

Kegiatan yang dipusatkan di aula Pesantren Yasina, Jalan Mayjen HR. Edi Sukma, Kampung Pajagan, RT 01/ RW 08, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, diikuti 300 orang.

Iklan Layanan Masyarakat

Kegiatan tetsebut digelar pada pukul 13.00 hingga 14.30 WIB, dihadiri oleh Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf Muhamad Fransisco, para santri Pesantren Yasina, dan jajaran pengurus teras PCNU Kabupaten Bogor.

Ketua Majelis Sholawat Darul Fatih, KH Romdhon kepada NU Online di Bogor, Senin (28/8) mengatakan, kegiatan istigotsah dan shalawatan digagas sebagai ekspresi syukuran HUT ke-72 RI.

“Kemerdekaan direbut dengan darah, nyawa dan penderitaan jutaan rakyat, yang dipelopori para ulama dan kaum santri,” papar ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kang Doni tersebut mengungkapkan, kemerdekaan harus dijaga, karena diraih dengan perjuangan yang sangat panjang dan melelahkan.

Doni mengatakan, pihaknya dan jajaran PCNU Kabupaten Bogor akan terus berupaya mengisi perjuangan dengan cara meningkatkan khidmat kepada Nahdliyin dan masyarakat luas.

“NU hadir untuk menegakkan keadilan sosial  di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf Muhamad Fransisco mengatakan, para ulama dan santri memiliki andil besat dalam mempelopori perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Oleh karena itu, ia mengajak para ulama dan kaum santri untuk terus menjaga, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia secara berkelanjutan.

“Cara mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dengan berbuat baik dengan profesi dan tugas masing-masing,” terangnya.

Fransisco yakin bila semua pihak telah mengerjakan tugas profesi masing-masing dengan baik, masalah yang dihadapi Indonesia dewasa ini, seperti radikalisasi, terorisme, dan intoleransi dapat diatasi.

“Teroris itu orang yang membajak agama untuk memenuhi kepentingan politiknya,” ungkapnya.

Fransisco mengajak semua pihak memerangi teroris secara intensif hingga akar-akarnya, demi menjamin kelangsungan NKRI.

“Jangan menunggu negeri kita seperti Suriah yang hancur, baru melakukan aksi penyelamatan. Penyesalan selalu datang belakangan,” tutur Muhamad Fransisco. (Ahmad Fahir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here