Syukuran Kemerdekaan, Warga NU Bogor Istigotsah
Warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Bogor menggelar istigotsah dan sholawatan pada Sabtu (26/8) sebagai syukuran perayaan HUT ke-72 RI.
Kegiatan yang dipusatkan di aula Pesantren Yasina, Jalan Mayjen HR. Edi Sukma, Kampung Pajagan, RT 01/ RW 08, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, diikuti 300 orang.
Kegiatan tetsebut digelar pada pukul 13.00 hingga 14.30 WIB, dihadiri oleh Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf Muhamad Fransisco, para santri Pesantren Yasina, dan jajaran pengurus teras PCNU Kabupaten Bogor.
Ketua Majelis Sholawat Darul Fatih, KH Romdhon kepada NU Online di Bogor, Senin (28/8) mengatakan, kegiatan istigotsah dan shalawatan digagas sebagai ekspresi syukuran HUT ke-72 RI.
“Kemerdekaan direbut dengan darah, nyawa dan penderitaan jutaan rakyat, yang dipelopori para ulama dan kaum santri,” papar ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Bogor.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kang Doni tersebut mengungkapkan, kemerdekaan harus dijaga, karena diraih dengan perjuangan yang sangat panjang dan melelahkan.
Doni mengatakan, pihaknya dan jajaran PCNU Kabupaten Bogor akan terus berupaya mengisi perjuangan dengan cara meningkatkan khidmat kepada Nahdliyin dan masyarakat luas.
“NU hadir untuk menegakkan keadilan sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf Muhamad Fransisco mengatakan, para ulama dan santri memiliki andil besat dalam mempelopori perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Oleh karena itu, ia mengajak para ulama dan kaum santri untuk terus menjaga, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia secara berkelanjutan.
“Cara mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dengan berbuat baik dengan profesi dan tugas masing-masing,” terangnya.
Fransisco yakin bila semua pihak telah mengerjakan tugas profesi masing-masing dengan baik, masalah yang dihadapi Indonesia dewasa ini, seperti radikalisasi, terorisme, dan intoleransi dapat diatasi.
“Teroris itu orang yang membajak agama untuk memenuhi kepentingan politiknya,” ungkapnya.
Fransisco mengajak semua pihak memerangi teroris secara intensif hingga akar-akarnya, demi menjamin kelangsungan NKRI.
“Jangan menunggu negeri kita seperti Suriah yang hancur, baru melakukan aksi penyelamatan. Penyesalan selalu datang belakangan,” tutur Muhamad Fransisco. (Ahmad Fahir)
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.




