Tiga Gagasan Kebangsaan NU yang Penting Didorong dalam Pilpres

JAKARTA, NU Online
Terpilihnya Kiai Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi pada Pilpres 2019 dianggap sebagai pintu masuk yang tepat bagi realisasi cita-cita politik kebangsaan Nahdlatul Ulama.
Rais Syuriyah PCINU Australia dan New Zealand Nadirsyah Hosen menyebutkan tiga gagasan kebangsaan NU yang penting disalurkan; yakni penguatan cita-cita revolusi mental, penguatan ekonomi-kesejahteraan dan konsolidasi Islam ramah dalam level global.
“Pertama, Kiai Ma’ruf Amin bisa membantu terwujudnya revolusi mentalnya Pak Jokowi dengan pendidikan keagamaan di periode keduanya nanti jika terpilih,” kata Nadirsyah Hosen pada NU Online, Jumat (10/8).
Dengan adanya Kiai Ma’ruf, di samping Jokowi kelak, diharapkan realisasi cita-cita besar revolusi mental yang dianggap belum terlihat akan semakin nyata.
Gagasan kedua yang perlu didorong menurut dosen senior di Monash Univerisity, Australia ini adalah penguatan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Ia menilai keberadaan Kiai Ma’ruf di samping Jokowi akan berdampak besar pada perbaikan ekonomi bangsa, “Selama ini KH Ma’ruf Amin sudah sangat memberikan kontribusi melalui program ekonomi syariah,” lanjutnya.
Penguatan ekonomi ini menjadi sangat penting mengingat minimnya penguasaan umat Islam terhadap akses ekonomi tanah air. “Dari segi SDM dan pengusaan ekonomi umat Islam hanya sekitar 20 persen, padahal umat Islam di Indonesia mencapai 80 persen (dari jumah penduduk),” jelasnya.
Tingginya prosentase penguasaan dibanding dengan banyaknya jumlah Muslim ini diduga menjadi salah satu penyebab ketimpangan sosial di Indonesia. Nah, pada aspek ini, Kiai Ma’ruf dipandang tepat mengisi ceruk masalah perekonomian dengan gagasan yang sejak lama ditekuninya.
Masukan ketiga adalah konsolidasi peran Indonesia dalam forum-forum komunitas Islam di level global. “Sebagai negara muslim terbesar di dunia, lobi dan relasi KH Ma’ruf Amin di tingkat internasional sangat diperhitungkan dan itu bisa menambah diplomasi saat kita berhadapan dengan isu-isu keislaman di arena global,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran Kiai Ma’ruf Amin dirasa akan sangat sentral dalam menyebarkanluaskan sudut pandang islam toleranan Indonesia di dunia global. “Peran Kiai Ma’ruf saya kira sangat penting untuk membangun perdamaian dunia maupun memecahkan berbagai konflik di Timur Tengah dan di tempat lainnya,” pungkasnya. (Ahmad Rozali)
Sumber : NU Online
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



