The news is by your side.

TURKI DALAM BINGKAI SEJARAH

TURKI DALAM BINGKAI SEJARAH | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa BaratZahro Diniyah – Sudah lebih dari sepekan, gempa bumi dengan kekuatan sekitar 7,8 magnitudo memorakporandakan sebagian wilayah dari dua negara yang sarat akan sejarah, Turki dan Suriah.

Gempa yang merambah hingga ke Lebanon Utara, Irak Utara, Yunani, Yordania juga Mesir tersebut terpusat di 34 km barat kota Gaziantep.

Tinta hikayat telah mencatat, Turki ialah negeri yang menjadi saksi bisu bangkitnya sekaligus hancurnya kesultanan dalam rekam jejak perjalanan Islam.


Follow Channel LTNNU Jabar di Whatsapp untuk mendapatkan update artikel terbaru. Klik Link ini >> Channel LTNNU Jabar


 

Selama lebih dari enam abad, Daulah Turki Utsmani tumbuh besar disana. Ia menggapai puncak kejayaan pada masa kepemimpinan Sultan Mehmed II atau dikenal dengan nama pena Muhammad Al Fatih yang berhasil menaklukan Byzantium, hingga Konstantinopel ( sekarang Istanbul ) pun turut bertekuk lutut.

Sepeninggal Sultan Mehmed II, Turki Utsmani kembali menjadi perbincangan hangat di mata dunia pada masa pemerintahan Sultan Suleiman 1 , cicit dari Sultan Mehmed II. Hal ini berangkat dari kisah Suleiman 1 yang memiliki seorang istri bernama Hurrem Hatun, wanita tangguh dari Polandia beragama Kristen Ortodoks yang ditawan oleh tentara Tartar. Di Konstantinopel, Hurrem berhasil menggaet hati Suleiman hingga merebut tahta permaisuri dari istri pertama bernama Mahidevran. Ia memiliki lima orang putra dan satu orang putri bernama Mihrimah.

Mulai dari tahun 1923-1924, 21 tahun sebelum Indonesia menggaungkan Proklamasi, Dinasti Utsmaniyah berhasil ditumbangkan oleh Mustafa Kemal Pasha ( Attaruk ) dengan ditandai deklarasi berdirinya Republik Turki, yang menjadi penutup kekhalifahan Islam di belahan dunia.

Sedangkan Suriah, salah satu bagian dari Balad Asy-Syam ( negeri Syam ) memiliki tampuk sejarah di wilayah yang sekarang resmi menjadi ibukota nya, Damaskus. Dari sejak zaman putra putri Nabi Adam, kota Damaskus ini sudah ada dan dikenal dengan nama Dam Syaqiq. Di Damaskus inilah Shalahudin Al Ayyubi menyusun strategi untuk menyambut genderang perang melawan pasukan Salib, Kahlil Gibran lahir dan membumikan sya’ir, dan Khalifah Umar bin Khattab mendirikan Masjid Umawi di barat Gereja Yohanes.

Yang lebih fenomenal, Damaskus ialah satu nama kota yang tersemat dalam sebuah hadits, dimana Nabi SAW memaparkan bahwa kelak di akhir zaman, Damaskus akan menjadi titik perkemahan umat muslim pasca peperangan yang besar, dan dari dekat Damaskus pula Nabi Isa AS diturunkan kembali ke belahan bumi.

Kini, beberapa wilayah Turki seperti Adana, Adyaman, Gaziantep, Kahramanmaras, Dyarbakir dan bagian Utara Suriah luluh lantah menyisakan simbah darah. Populasi yang terbentuk puluhan tahun punah dihimpit bangunan yang terbelah-belah.

Peristiwa tersebut bertepatan dengan musim salju yang sedang menyeruak di beberapa titik bumi bagian timur termasuk wilayah Tabuk Arab Saudi, naiknya suhu di dataran Eropa hingga terjadi musim dingin “terpanas, kondisi La Nina di Indonesia dan negara-negara tetangga, yang kesemuanya merupakan esensi dari Climate Change ( perubahan iklim ) yang rata di banyak negara.

Jika pada tahun 2004 gempa dan tsunami Aceh menelan korban sekitar 230.000 jiwa, gempa bumi Jepang tahun 2008 sebanyak 87.000 jiwa, dan gempa bumi Haiti pada tahun 2010 sekitar 316.000 jiwa, maka kini korban meninggal dari tragedi gempa Turki terdata lebih dari 40.000 jiwa, angka terbanyak pada musibah alam dalam jangka 12 tahun ke belakang.

Syaikh Ats-Tsa’labi berkata, untuk menggoncangkan bumi bagian manapun, Allah SWT cukup dengan mengutus satu Malaikat guna menarik bagian terkecil dari gunung Qaf, sebuah pegunungan yang mengelilingi urat bumi dengan pesinggahan beragam makhluk di belakangnya. Ada yang berkata makhluk tersebut ialah para Malaikat, dan ada pula yang berpendapat makhluk tersebut masih sebangsa manusia.

Demikian halnya statement dari para ahli Vulkanologi, bahwa gempa bumi yang menimpa belahan dunia manapun kemungkinan bersumber dari satu pemicu.

Penulis
Zahro Diniyah
Leave A Reply

Your email address will not be published.