The news is by your side.

UPAYA MENGATASI TANTANGAN PANGAN MAHASISWA NU INSTITUT PADHAKU MELAKSANAKAN SEMINAR PERTANIAN

Muhammad Syakir – Selasa,12 Desember 2023. Program kerja merupakan suatu hal yang wajib diikuti dan dilaksanakan secara kelompok maupun secara organisasi , sama halnya ketika dalam kegiatan kuliah kerja nyata.
Bertepatan di desa Segeran , Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu mahasiswa Kuliah kerja nyata (Kkn) Institut Pangeran Dharma Kusuma kelompok 2 resmi melaksanakan salah satu poin dari Tri Dharma perguruan tinggi, dalam Kelompok 2 ini di dominasi oleh kader Kader IPNU IPPNU yang aktif.

Muhammad Fery Syafei yang juga merupakan Kader Aktif di IPNU Kabupaten Bandung sekaligus Ketua kelompok 2 turut mengikuti kkn di desa segeran ini.

Melihat kondisi dan budaya di desa segeran yang mayoritas penduduknya adalah Petani dan lahan yang banyak perkebunan serta persawahan , menjadi awal kelompok ini ingin memberikan kontribusi lebih dalam pengabdian masyarakat. Menurut Data Dari Greenpeace sendiri di Indonesia, berbagai peristiwa gagal panen akibat cuaca ekstrim semakin sering ditemukan. Salah satu kasus yang sangat mengkhawatirkan ialah Gagal panen mengakibatkan rusaknya lahan pertanian masyarakat dan terjadinya gagal panen. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sekitar 500 lebih kepala keluarga mengalami kelaparan, bahkan beberapa telah meregang nyawa. Masih hangat dalam ingatan Ketika 6 Hektare Sawah yang berada di indramayu gagal panen karena el nino. Kenaikan suhu global, mengakibatkan kondisi cuaca yang tidak menentu. Para petani , harus rela kehilangan kesempatan panen hampir 50 persen dari yang seharusnya mereka panen akibat hujan ekstrim. Begitu juga dengan petani cabe, hampir di semua wilayah Jawa dan Sumatera yang menderita kerugian akibat hujan ekstrim.

Gagal panen akibat cuaca ekstrim semakin sering terjadi di Indonesia. Masyarakat harus menanggung biaya lebih untuk memperoleh pasokan karbohidrat, protein, dan serat. Sementara, lonjakan harga pangan, tidak pernah benar-benar mendatangkan kesejahteraan bagi petani. Petani, justru ikut menderita kerugian karena hasil panen yang tidak maksimal. Sementara, mereka harus tetap menanggung biaya produksi yang semakin tinggi.

“Kami sebagai masyarakat sangat mendukung terhadap pelaksanaan seminar ini , karena jarang jarang anak anak muda mengedukasi dan mengenalkan tentang tantangan pangan untuk antisipasi masyarakat terhadap pertanian.” Sahut dari warga yang mengikuti seminar.

Fokus utama Dalam kegiatan ini adalah mengatasi Tantangan Pangan di masa depan dengan melaksanakan Seminar Pertanian Lestari yang bertema “PENGEMBANGAN PERTANIAN BERKELANJUTAN UNTUK MENGATASI TANTANGAN PANGAN GLOBAL” menjadi hal utama dalam mengedukasi masyarakat, ” tanggapan ketua pelaksana ” ujarnya.

Dengan mengundang ketua dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Pengembangan Swadaya (P4S) yakni Erwin Wiguna,S.P sebagai narasumber dalam seminar ini.

“Karena , bulan bulan lalu indramayu sempat mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang, dengan adanya seminar ini pastinya masyarakat mampu teredukasi dan bisa memitigasi sejak dini.” Pungkas dari Narasumber

Kegiatan seminar ini juga dihadiri oleh Aparatur desa , Babinsa, Bhabinkamtibmas, DPL juga Masyarakat desa Segeran. Tak lupa juga Generasi milenial dari Karang Taruna Desa segeran dan Irmas se desa Segeran indramayu.
Edukasi dalam seminar ini bertujuan agar kedepanya para petani tau dan petani juga bisa me mitigasi sejak dini ancaman serta tantangan pangan untuk kedepannya, juga bisa meminimalisir gagal panen di daerah nya . Supaya petani bisa semakin membaik juga hasil produksi petani bisa semakin lancar.

“Alhamdulillah , masyarakat sangat antusias terhadap seminar pertanian lestari , sangat bagus karena bisa mengedukasi masyarakat dan kaum kaum muda , karena mayoritas penduduk sebagai petani. Ujar Fery syafei”

Penulis
Muhammad Syakir
Leave A Reply

Your email address will not be published.