Wa Amin Jemeti Saksi Sejarah Pandu Ansor Melawan Penjajah dan PKI

76
Wa Amin Jemeti Saksi Sejarah Pandu Ansor Melawan Penjajah dan PKI

Indramayu – Lelaki sepuh dengan mengenakan kaos bergambar mbah Hasyim Asy’ari itu bernama Aminudin (87) atau biasa dipanggil Wa Amin, ia lahir pada tahun 1933 di Desa Langut Lor, blok Tajug Gede. Dirinya  menjadi saksi sejarah atas Lahirnya Pandu Ansor dan perlawanan heroik melawan penjajah, baik pada saat era kolonial Belanda ataupun pada era Jepang. Kisah ini diambil langsung oleh awak media saat pasca hari pernikahan cucunya yang bertempat di Desa Cempeh blok Jemeti Kecamatan Lelea pada Kamis (12/6).

Narasumber Wa Amin dalam kisahnya menceritakan bahwa dulu jika mau masuk GP. Ansor dan Banser terlebih dahulu harus menjadi Pandu Ansor, serta syaratnyapun sangatlah sulit.

“Ketika saya mau masuk GP. Ansor atau Banser, maka semuanya harus terlebih dahulu masuk menjadi Pandu Ansor. Ketika menjadi Pandu Ansor semuanya dilatih, mulai dari ilmu kanuragan, keberanian mental dan spiritual, bahkan hingga dilatih gerakan politik. Makanya kenapa hanya menggunakan bambu runcing, namun bangsa Indonesia terutama yang berada ditanah Jawa mampu menang telak mengalahkan penjajah, alasannya sederhana, karena yang memegang bambu runcing adalah orang terlatih, sehingga apapun yang dipegang bisa menjadi bertuah, “ceritanya.

Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here