WAR ON TERROR UJUNG-UJUNGNYA TEKOR

26

Kampanye War on Terror yang dicanangkan Amerika 20 tahun yang lalu, secara simbolis dibuka dengan serangan terhadap Taliban di Afghanistan dengan alasan Taliban menyembunyikan Usamah bin Laden, pemimpin al-Qaeda, kelompok yang dituding sebagai pelaku peledakan gedung WTC pada 9/11/2001.

Apakah kepergian pasukan Amerika dan NATO dari Afghanistan bulan-bulan lalu sebagai simbol kampanye War on Terror telah usai? Atau Amerika punya strategi baru untuk melanggengkan hegemoninya?

Yang jelas, Amerika tekor banyak. Amerika menghabiskan dengan sia-sia sekitar 2,26 triliun dolar AS atau setara dengan Rp32 kuadriliun yang dimulai sejak tahun 2001.

Jumhur pengamat politik global sepakat, era Pax Americana mulai berakhir. Amerika akan runtuh secara merayap karena krisis ekonomi, krisis sosial karena merebaknya rasialisme dan tentu saja serangan covid-19.

Pengaruh Amerika terhadap negara lain makin melemah. Indonesia mulai berani kepada Amerika. Sebelum Taliban menang, Indonesia menang di Blok Rokan. Sebelumnya Freeport berhasil kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Seiring perjalanan waktu, satu per satu, aset-aset Amerika di tanah air kembali menjadi milik Indonesia.

Menariknya, pro kontra tentang Taliban masih mengisi ruang-ruang publik selama sepekan ini. Masing-masing mengemukakan perspektifnya. Kali ini kubu penggila khilafah (HTI dan ISIS) satu suara dengan kubu anti khilafah, yaitu menolak Taliban. Unik kan?!

Kubu pro Taliban karena 4 alasan yang berbeda. 1) Karena kesamaan ideologi. Kelompok ini simpati kepada Taliban karena menganut paham Aswaja. Taliban dan umumnya masyarakat di sana adalah penganut aqidah maturidiyah, fiqih hanafiyah dan tarekat naqsabandiyah.

2) Karena kesamaan nasib. Kelompok ini gembira dengan kemenangan Taliban atas penjajahan Amerika dan sekutunya. Amerika dan sekutunya adalah musuh bersama mereka.

Mereka freedom fighter, mereka bukan khilafers, yang berada di berbagai negeri jajahan Amerika dan sekutunya. Hamas dan Jihad Islami di Palestina, al-Qaeda di beberapa wilayah dan JI di Indonesia merupakan kelompok-kelompok yang mengucapkan selamat atas kemenangan Taliban. Mungkin PKS juga termasuk dalam kelompok ini?

3) Karena alasan “nubuwwah” Nabi Muhammad saw. Kelompok ini menetapkan dan meyakini Taliban adalah panji-panji hitam dari Khurasan yang datang di akhir zaman untuk menjadi pasukan penakluk Yerussalem bersama Imam Mahdi. Mereke terdiri dari ustadz-ustadz dan jamaahnya peminat kajian eskatologi Islam (kajian tentang akhir zaman). Seperti Rahmat Baequni dan Zulkifli AM. Sementara Imran Husein seorang pakar eskatologi dunia, mempunyai pandangan sendiri soal Taliban.

4) Karena alasan ekonomi dan bisnis. Kelompok ini melihat potensi ekonomi dan peluang bisnis yang luar biasa di Afghanistan. Sumber daya alam di sana belum dieksplorasi karena perang tak berkesudahan. Nilainya belasan ribu trilyun. Di samping itu, proyek rekonstruksi, pembangunan infrastruktur dan proyek-proyek pembangunan lainnya pasca perang, sangat menggiurkan. Mungkin JK termasuk kelompok ini?

Negara kita mempersilahkan warganya mengemukakan pendapat, dialog, diskusi dan berdebat di ruang-ruang publik sepanjang tidak melanggar hukum. Hanya saja, menurut saya, pro kontra tersebut jangan sampai merugikan kepentingan bangsa dan negara. Jangan sampai tekor seperti Amerika…

Previous articleBISUL-BISUL TOLERANSI DI NEGARA KITA
Next articlePANJI-PANJI HITAM YANG KELUAR DARI KEWARASAN
Penulis artikel produktif yang sering dijadikan rujukan di berbagai media massa, pemerhati pergerakkan Islam transnasional, khususnya HTI yang sempat bergabung dengannya sebelum kembali ke harakah Nahdlatul Ulama. Kini aktif sebagai anggota LTN di PCNU Kota Bandung dan LDNU PWNU Jawa Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here