The news is by your side.

Warga Jepang Masuk Islam di PBNU, Dibimbing Kiai Said Aqil Siroj

Jakarta, NU Online Seorang warga Jepang atas nama Nama Kazushige Kobayashi berikrar memeluk agama Islam di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (19/10) sore. Ia membaca dua kalimat syahadat dibimbing Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Sebelumnya, Kiai Said bertanya terlebih kepada Kobayashi apakah dirinya masuk Islam secara sukarela. Kobayashi menjawab iya. Kiai Said kemudian mengatakan kepada Kobayashi bahwa Islam adalah agama damai dan mengajarkan kedamaian. Agama selamat dan menyelamatkan.

“Orang itu adalah orang yang saya selamat dan orang lain selamat, orang Islam menyelamatkan lingkungannya, menyelamatkan sekitarnya. Kalau ada orang Islam yang membuat orang lain ketakutan, itu bukan orang Islam,” jelasnya.

Islam berasal dari kata salamatun, artinya selamat dan menyelamatkan atau Islam berasal dari kata taslim, artinya menyerahkan diri kepada Allah secara total. “Islam itu membawa misi membawa perdamaian dan penyerahan diri secara total kepada Tuhan,” teranganya.

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.