Yenny Wahid Jelaskan Unsur Penting NU dalam Berbangsa

26
Yenny Wahid Jelaskan Unsur Penting NU dalam Berbangsa

Kubu Raya, NU Online
Warga NU harus peduli politik demi terwujudnya keutuhan berbangsa dan bernegara. Para perempuan yang terhimpun dalam Muslimat NU juga hendaknya memberikan dukungan kepada ulama yang sedang berjuang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. 

Hal tersebut disampaikan Hj Zanubah Arifah Hafsah atau Yenny Wahid saat diundang Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat. Ia hadir pada acara istighatsah kubra yang di selenggarakan di Qubu Resort Kubu Raya. Kegiatan mengangkat tema Gerakan Ibu Bangsa Kalimantan Barat untuk Keberlanjutan Pembangunan Nasional, Ahad (17/3).

Dalam hal ini, putri allahummayarham KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini memberikan pemahaman mengenai alasan mengapa warga NU harus peduli dengan politik. “Yakni demi terwujudnya keutuhan berbangsa dan bernegara,” katanya di hadapan hadirin. 

Iklan Layanan Masyarakat

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga menganjurkan kepada pegiat Muslimat NU untuk memberikan dukungan kepada para ulama NU yang sedang berjuang menjaga keutuhan NKRI. 

Ia memaparkan mengenai unsur NU yang harus diketahui nahdliyin khususnya warga Muslimat NU.

“Unsur NU itu ada dua, yaitu unsur akidah yang merupakan akidah Ahlussunnah wal Jamaah, dan yang kedua adalah unsur fikrahnya,” kata Yenny. Unsur fikrah NU memiliki perbedaan dengan jamiyah lain, yaitu fikrah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, lanjutnya.

Dirinya menjelaskan bahwa unsur fikrah tersebut meliputi tawazun atau seimbang. “Artinya, pemikiran nahdliyin tidak terlalu ke kanan dan tidak terlalu ke kiri,” urainya. 

Kemudin yang kedua adalah tawassut yaitu moderat. “Jadi nahdliyin tidak dianjurkan keras, saling mengafirkan maupun menyalahkan,” terangnya. Kemudian selanutnya tasamuh yang artinya toleransi, dan yang terakhir adalah i’tidal yaitu berbuat adil.

Menurutnya, harakah atau gerakan NU itu harus diterapkan. Contoh ketika menghadapi hoaks yang dilarang dalam Islam. “Nah, peran ibu-ibu di sini menangkal berita hoaks, apalagi yang menimpa kiai kita” jelasnya. 
Dalam uraiannya, Yenny mengemukakan jika gerakan anti hoaks diterapkan warga Muslimat NU se-Indonesia, maka bisa menyelamatkan NU. 

Dirinya juga berpesan agar Muslimat NU menjaga kedamaian Nusantara. “Apapaun pilihan politiknya, amaliah dan fikrah NU jangan sampai hilang,” pungkasnya. (Maulida/Ibnu Nawawi)

Sumber : NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here