Al-Ahmar, Masjid Bersejarah Warga Palestina yang Diubah Israel Menjadi Bar
Untuk diketahui, distrik Safed pernah menjadi rumah bagi 12 ribu warga Palestina, sebelum akhirnya mereka dipaksa keluar dari rumah mereka pada 1948.
Selain Masjid Al-Ahmar, Israel juga mengubah Masjid Yunani (Greek Mosque) yang juga terletak di distrik Safed menjadi pusat galeri seni. Umat Islam dilarang melaksanakan shalat di masjid yang dibangun pada 1319 itu.
Israel seringkali menghilangkan situs-situs bersejarah milik warga Palestina secara sistematis, terutama di wilayah-wilayah yang diduduki. Hal itu dimaksudkan untuk menghilangkan identitas asli Palestina.
Perubahan status Masjid Al-Ahmar menjadi bar kembali disorot karena pada saat itu Barat (AS, PBB, Uni Eropa, dan Rusia) dianggap diam dan tutup mata, sementara mereka heboh dan memprotes Turki yang sepekan lalu mengubah Hagia Sophia dari museum menjadi masjid.
Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



