Ansor berada di Mode Industri 4.0 dan 5.0

46
Ansor berada di Mode Industri 4.0 dan 5.0

Muhammad Farhan Iskandar, ANSOR Kab. Sumedang – NU pasti bisa bersaing dan berkompetensi di industri 4.0 bahkan 5.0 ucap KH. Aqil Siradj dalam pembukaan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, Rabu, 23 September 2020.

Sejak pandemi Covid-19 mulai merajalela di Indonesia pada awal Maret, jama’ah kongkow, kopdar, kolam mulai kehilangan lapak mereka satu per satu, baik di kalangan diskusi lesehan, meja bundar, hingga tingkat Internasional, semua terkena imbas Covid-19. Mau tak mau semua orang di dunia harus beralih dari perkumpulan offline ke online karna faktor kesehatan dan keselamatan jiwa.

Semua orang yang masih bergelut dengan diskusi, perkumpulan, harus melek dengan teknologi, pasalnya hanya media online lah platform yang bisa digunakan tanpa harus keluar rumah. Terdapat berbagai persoalan ketika seseorang beralih ke media online, mulai dari tidak terbiasa, hingga persoalan umur yang kesulitan dalam mengotak-atiknya, bagi generasi muda tentu ini adalah makanan sehari hari.

Iklan Layanan Masyarakat

Tidak terkecuali organisasi NU yang harus legowo menerima sunnatullah untuk menghentikan sementara ngopi bareng, diskusi, kaderisasi, dan yang paling sakral adalah agenda tahlilah harus dihentikan selama wabah, karna kebiasaan di NU berkumpul dalam majelis majelis dan 60% anggotanya adalah sepuh, kendala terbesar terletak pada teknologi, maka semua harus bisa beradaptasi dengan zoom, video call, Google Meeting, sampai registrasi seminar, karna dengan cara inilah tradisi kumpul dapat tetap terawat, walaupun harus ngopi di rumah masing masing.

Kegiatan kepengurusan haruslah tetap berjalan, rapat mingguan, dwi mingguan, bulanan harus tetap ada, diskusi, kajian, persoalan umat yang tak pernah terjeda walaupun wabah covid melanda dunia.

Maka ada pepatah:
“Kebenaran yang tidak terorganisir akan kalah dengan kebatilan yang terorganisir”.

Jika tidak dapat berusaha berjamaah dalam teknologi maka kita akan banyak kehilangan peluang berbuat kebaikan dan mencegah perpecahan.

Penulis
Muhammad Farhan Iskandar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here