PMII Komisariat STITNU al-Farabi Pangandaran Gelar Demonstrasi Merefleksikan Hari Tani Nasional

58
PMII Komisariat STITNU al-Farabi Pangandaran Gelar Demonstrasi Merefleksikan Hari Tani Nasional

Indra, Pangandaran – 24 September 2020 yang bertepatan hari Kamis merupakan Hari Tani Nasional, yang mungkin tidak setenar Hari Buruh dan Hari Kemerdekaan maupun hari-hari istimewa lainnya. Tentu saja, karena pertanian itu hanya simbolik dari pembangunan ekonomi sektoral. Pertanian bukan gaya hidup – menjadi wacana di media-media dan pojok-pojok kantin tanpa implementasi- pertanian hanya menjadi ketertarikan manakala akan ada isu penting atau kebalikan dari pupuk atau senjata Pilkada. Itupun hanya kelompok-kelompok tertentu yang mungkin di rugikan atau di untungkan. Sedangkan petani ? Hanya akan berkutat pada hulu beserta deretan masalah: Kemiskinan, Kesehatan dan Pendidikan yang rendah.

Hari Tani Nasional bukan saja sebuah refleksi belaka, seperti Hari besar lain yang hanya sekedar euforia. Akan tetapi hari Tani Nasional merupakan refleksi ilmiah serta ktitik kepada Pemerintah, Legislatif, DPR, Akademisi, LSM, Pengusaha. untuk menunut kembali sejauh mana kemajuan pertanian secara mikro maupun makro yang ada di Kab. Pangandran Dari hulu sampai hilir, dari kemiskinan ke kesejateraan petani.

Kami melihat realitas petani di pangandaran masih sangat kurang sejahtera, karena pemerintah kab. Pangandaran hanya menitikberatkan / terfokus pada infrastruktur saja. Pemerintah itu seharusnya fokus pada tiga hal pokok :

Iklan Layanan Masyarakat

  1. Infrastruktur
  2. Suprastruktur
  3. Atruktur.

Kalau memandang masyarakat hari ini yang ada di kabupaten Pangandaran kebanyakan adalah petani dan orang tua, kita juga masih titisan petani juga. Ketika petani tidak disejahterakan, tidak dimuliakan bagaimana nasib nanti para penerus bangsa hari ini, apakah mau dibawa kemana masa depan rakyat ini.

Rute aksi dari mulai sekretariat sampai ke alun-alun naik motor, sesampainya di alun-alun parigi, massa aksi berjalan menuju kantor DPRD Kab. Pangandaran. Sebelum masuk ke kantor DPRD Kab pangandaran masa aksi menyampaikan tuntutannya terlebih dahulu.

Dafa Chrisyara sebagai korlap aksi mengatakan pemerintah pangandran harus memperhatikan semua yang berhubungan dengan petani, ketika pemerintah memperhatikan petani berarti pemerintah mendukung bahwa petani harus sejahtera, tapi fakta di lapangan di masa covid 19 ini petani malah semakin di anggap propesinya petani semakin didiskriminasi.

Sahabat Indra Amarulloh sebagai sekretaris jenderal PMII Komisariat STITNU Al-Farabi Pangandaran sekaligus orator di aksi tersebut mengatakan, masyarakat harus sadar di kab. Pangandaran, bahwa daerah pangandarn itu termasuk kawasan agraris yang memang sudah menjadi ketentuan bahwa daerah agraris itu pasti identiknya dengan kepetanian, ketika berbicara masalah petani berarti masyarakat harus senantiasa menjaga keutuhan sesuai dengan peraturan UUD No 19 tahun 2003 bahwa profesi sebagai petani harus dimuliakan.

Di lihat dari Pengawasan terkait edukasi yang di jalankan oleh para elitis antara eksekutif dan legislatif harus senantiasa terus berperan aktif dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.

Yusup Sidik sebagai ketua umum Komisariat STITNU al Farabi Pangandaran mendorong untuk secepatnya DPRD Kab. Pangandaran membuat perda dan perbub terkai kepetanian supaya masyarakat yang ada di kab. Pangandran khusus nya bisa tersejahterakan. karena dirasa di masa pademi Covid-19 yang masih bisa bertahan dalam menjalankan propesinya itu adalah petani, maka seharusnya pemerintah berterima kasih kepada petani, kalau tidak ada petani masyarakat yang ada di kab. Pangandaran tidak akan makan. Tapi melihat realitas di lapangan para petani hari ini malah di diskriminatif.

Selain menggelar demonstrasi PMII Komisariat STITNU Al-Farabi Pangandaran menggelar diskusi publik dengan pihak DPRD Kab. Pangandaran, membedah apa saja dari pemerintah yang harus di lakukan ketika melihat kondisi petani saat ini.

Demonstrasi pada siang kemarin di mungkin agak sedikit hangat karena masa aksi melihat pemerintah DPRD Kab. Pangandran lama sekali menemuinya maka masa aksi agak sedikit mendorong dorong sambil menyanyikan lagu ‘buruh tani’ hangat demostrasi karena mengamanan yabg di berikan kurang berkelas.

Masa aksi dengan jumlah 50 orang berhasil menyampaikan tuntutannya kepada pihak pemerintah yaitu DPRD Kab pangandaran. Tuntutan dari PMII Komisariat STITNU al Farabi pangandran sebagai berikut :

  1. Masa aksi Mendorong DPRD Kab. Pangandaran untuk mensejahterakan para petani secara merata.
  2. Masa aksi Mendorong DPRD Kab. Pangandaran Agar menciptakan Agro wisata Di kabupaten Pangandaran
  3. Masa aksi Mendorong DPRD Kab pangndaran bertanggung jawab dalam proses pemasaran hasil dari petani lokal khususnya yang ada di kab. Pangandaran
  4. Masa Aksi Mendorong DPRD kab. Pangandaran untuk mengurangi infor / ekspor pangan
  5. Masa aksi Mendorong kepada DPRD kab. Pangandaran untuk berperan dalam memberikan edukasi tentang pertanian untuk senantiasa SDM yang ada di kabupaten Pangandaran bisa mendapatkan pengetahuan, agar ketika petani ada di kabupaten Pangandaran bisa mengelola taninya dengan maksimal dan sempurna.

Masa aksi menuntut ke 5 tuntutan itu harus secepatnya di realisasikan, dan ketika tiadak segara di realisasikan maka kami dari PMII KOMISARIAT STITNU AL FARABI PANGANDARAN akan menggelar aksi besar-besaran melibatkan puluhan massa.

Mudahan mudahan aksi tersebut yang bertepatan di hari nasional ini menjadi salah satu perhatian yang serius karena di rasa petani ini adalah sebuah makhluk yang memang harus senantiasa dimuliakan, karena petanilah satu-satunya profesi yang mengandalkan kekuatan lahir dan batin.

Maka kami PMII Komisariat STITNU Al-Farabi Pangandaran menghimbai kepada seluruh masyarakat supaya sadar dan tersadarkan, jangan gengsi menjadi petani karena masyarakat khususnya pangandran bisa hidup karena jeripayah para pertani.

Penulis : Indra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here