Ansor Desak Aparat dan Pemkab Tegas Melarang Pengibaran Simbol dan Bendera HTI

91

Ia pun menambahkan agar polemik ini berakhir maka sudah harus disepakati bahwa bendera HTI tidak boleh berkibar bukan malah sebaliknya dinyatakn atau dibela bahwa bendera itu merupakan bendera tauhid sehingga coba digiring pada perpecahan umat Islam.

“Yang kami heran, sejak kapan ada bendera tauhid. Padahal kami juga umat Islam, bahkan selalu mengagungkan kalimat suci atau kalimat tauhid yang tertulis di bendera tersebut dalam amaliyah kita sehari-hari tetap punya bendera kebangsaan Merah Putih dan juga mempunyai bendera organisasi yang syah dan didaftarkan secara resmi ke pemerintah. Sudahlah, jangan mengelak terus dengan dalih apapaun, karena istilah bendera tauhid itu muncul setelah dilarangnya HTI”, tambahnya didampingi Kasatkorcab Banser Majalengka Wahyudin.

Kang Cece sapaan pria ini juga menghimbau kepada pihak-pihak yang melakukan pembelaan mohon jangan menggiring isu dan melebarkan masalah ini ke ranah yang sensitif seperti isu agama dan lainnya karena ini akan berbahaya dan merugikan kita semuanya.

“Mohon pihak yang melakukan pembelaan untuk tidak melebarkan isu dan masalah ini ke ranah yang lebih luas apalagi sensitif karena akan merugikan kita semua. Catat juga bahwa kami, Ansor ini Islam dan sangat cinta kalimat tauhid, kami tidak akan mundur selangkahpun kalau urusannya dengan merongrong Keutuhan Negara Republik Indonesi (NKRI) tercinta ini”, himbaunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here