Bagaimana saya sebagai Ibu merawat dan menjaga amanah yang Tuhan

20
Bagaimana saya sebagai Ibu merawat dan menjaga amanah yang Tuhan

Assalamu’alaikum wr wb
Pak, mau curhat konsul nih. Bukan masalah dari anak saya bagaimana,tapi bagaimana saya sebagai Ibu merawat dan menjaga amanah yang Tuhan beri:

  1. Bagaimana sikap / tindakan saya sebagai orang tua menghadapi remaja yang sudah menginjak usia 15 tahun. Anak saya cowok, pamit main dengan teman,tapi posisi malam hari.
  2. Anak saya kelihatan enggan bergaul dengan lingkungan selain teman dia di sekolah atau teman yang dipilihnya.
  3. Ketika diajak sowan kyai pondoknya dulu masih enggan/pada kegiatan yang berbau keagamaan.
  4. Terima kasih Pak…

Wassalamu’alaikum wr wb


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan Layanan Masyarakat

Terima kasih sudah bersedia sharing, Bu. Saya coba untuk jawab satu-satu ya, Bu.
No. 1. Usia 15 tahun itu masuk usia remaja, usia di mana masa-masa pencarian jati diri dan ajang untuk mengeksplorasi segala sesuatu. Masa remaja juga masa-masa kritis karena mereka masih labil dan rentan terpengaruh lingkungan yang negatif. Oleh karena itu, di masa remaja ini memang penting sekali pendampingan yang intensif dari orang tua.

Biasanya orang tua kemudian memasukkan anaknya ke pondok pesantren di usia remaja ini dengan tujuan untuk membiasakan anak bergaul di lingkungan yang baik. Namun, bagi orang tua yang memilih tidak memasukkan anaknya masuk pondok pesantren, tentu memiliki tugas yang lebih berat. Orang tua mesti bisa memposisikan diri sebagai teman bagi anak remajanya. Jalin komunikasi yang akrab dengan anak. Untuk memulai hal ini, memang dibutuhkan kebesaran hati dari orang tua untuk menurunkan egonya, dari ego yang bersifat dominan, menjadi memposisikan ego yang setara dengan anak.

Jika hal itu sudah bisa berjalan, anak akan merasa nyaman untuk bercerita tentang aktivitas dan pribadinya tanpa takut lagi. Memang hal ini ga mudah dan butuh usaha keras dari orang tua. Namun, tentunya tetap bisa diupayakan jika memang ada niat kuat. Salah satu ciri remaja adalah suka “memberontak” dan ga mau diatur. Orang tua bertugas untuk menjinakkan jiwa pemberontak remaja dan berusaha agar bisa diatur. Jika sudah terjalin hubungan akrab dengan anak, maka aturan dalam rumah bisa disampaikan dengan lebih santai sehingga anak akan mengikuti aturan tersebut tanpa sadar.

No. 2. Sebenarnya tidak terlalu bermasalah Bu jika anak tidak mau bergaul dengan lingkungannya, asalkan dia tetap bisa memiliki teman di sekolah atau di tempat lain. Banyak hal yang membuat anak tidak mau bergaul dengan lingkungan. Bisa jadi dia merasa ga cocok dengan teman-teman di lingkungannya. Anak cenderung akan memilih teman-teman yang memiliki minat yang sama. Fakta bahwa anak ibu masih bisa bergaul dengan teman-temannya, menunjukkan bahwa secara sosial anak ibu baik-baik saja. Saya pikir tidak perlu terlalu dirisaukan, Bu..

No. 3. Jika anak memang enggan, saran saya jangan dipaksa, Bu. Ibu dan Bapak di rumah bisa mencoba untuk menceritakan kisah-kisah para kyai, ulama dengan anak. Dengan seringnya mendengar cerita-cerita tersebut, semoga akan tumbuh rasa ingin tahu anak yang lebih besar. Kembali lagi, bahwa hal ini butuh usaha besar dari orang tua. Karena yang paling berat justru mengalahkan diri kita sendiri.

Demikian sedikit yang bisa saya sampaikan, Bu.. Mudah-mudahan ada manfaatnya dan semoga ananda menjadi anak sholeh, Bu…

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam hormat

Muhammad Fakhrurrozi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here