Banser Bekasi Bantu Warga Terdampak Longsor Sumedang

31
Banser Bekasi Bantu Warga Terdampak Longsor Sumedang

Bekasi, NU Online 
Mengawali tahun 2021 rentetan musibah dan bencana alam melanda di Indonesia. Bencana dan musibah tersebut menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya salah satunya bencana longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang,Jawa Barat.

Untuk meringankan beban warga terdampak bencana di Sumedang, Satuan Kordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Bekasi menyalurkan bantuan ke Posko NU Peduli Cimanggung, Sumedang Sabtu (16/1). Kegiatan donasi Bekasi untuk Sumedang dinisiasi oleh Kepala Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana Komandan Muhaimin.

Satuan Koordinasi Rayon Banser Kecamatan Cikarang Barat (Satkoryon), Maulana Saputra kepada NU Online menyampaikan bantuan dikumpulkan dari warga NU dan lapisan masyarakat berupa uang, sembako, pakaian yang diserahkan kepada Posko NU dan Satkoryon Kecamatan Cimanggung.

Iklan Layanan Masyarakat

“Unit Satuan Khusus Tim Banser Tanggap Bencana (Bagana) Sumedang dan masyarakat menyambut hangat kedatangan rombongan kami tidak ada kendala kehadiran untuk menyalurkan donasi, namun untuk melihat lokasi langsung tidak bisa karena kondisi hujan, jalanan licin,” kata Maulana Saputra. 

Hingga Sabtu kemarin, menurut informasi yang ia dapatkan, korban meninggal yang berhasil dievakuasi 27 orang. Tim masih mencari warga lainnya sebab diperkirakan masih ada 18 orang korban yang masih belum ditemukan. Sementara ada 20 rumah tertimbun longsor. 

 
“Korban terbanyak di sana (setelah) terjadi longsor susulan kedua karena saat itu banyak orang yang sedang melihat di lokasi ternyata longsor kembali,” jelasnya.


Sementara itu Kiai Ismail, pengurus Aswaja Center Bekasi melalui pesan singkat menambahkan longsor terjadi empat kali pada pukul 15.00 WIB. Setelah Isya terjadi longsor susulan di empat titik.

Rombongan Banser Kabupaten Bekasi yang terdiri dari Pimpinan Anak Cabang (Ansor) dan Banser Cikarang Barat, Banser Tambun Utara berangkat Jumat (15/1) pukul 20.00 WIB  malam. Mereka tiba di Sumedang Sabtu (16/1) pukul 01.00 WIB.

Sebelumnya diberitakan longsor Cimanggung terjadi pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 15.30 WIB. Ketua LPBINU Sumedang Hendri Rohman mengatakan bencana ini sudah diperkirakan terjadi. Pasalnya hujan deras berlangsung sejak beberapa waktu sebelumnya.    

“Saya kan masuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Subang. Jam tiga saya share Cimanggung siaga satu karena debit hujan sangat deras untuk wilayah Cimanggung dan Jatinangor. Selang satu jaman ada kabar bahwa di Dusun Cihanjuang Kecamatan Cimanggung telah terjadi longsor menimpa 12 rumah penduduk,” kata Hendri Rohman, Ahad (10/1) malam.  

Bakda Maghrib, tim yang akan mengevakuasi turun ke lokasi. Namun pada sekitar pukul 19.00 WIB terjadi longsor susulan yang menimpa warga dan tim evakuasi. “Tim dari BPPD Sumedang, Basarnas, dan termasuk tim SAR, Polres, dan Tagana, PMI, datang ke lokasi. Mereka mau mendata korban ternyata malamnya saat melakukan pendataan terjadi longsor susulan yang memakan korban,” imbuhnya.

Untuk meringankan beban warga terdampak bencana longsor tersebut, LPBINU mengumpulkan donasi dan berkoordinasi dengan lembaga/banom NU lainnya.

Kontributor: Suci Amaliyah
Editor: Kendi Setiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here