Belajar dari Sejarah Penjatuhan Gus Dur
Pelajaran paling penting dari penjatuhan Gus Dur adalah jangan sampai hal tersebut terulang kembali pada pemimpin Indonesia sesudahnya. Salah satunya dengan memperbaiki sistem pemerintahan agar tidak mudah dibajak oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Risiko yang harus ditanggung oleh 270 juta rakyat Indonesia terlalu besar dibandingkan dengan pertarungan para elite politik yang berebut kuasa. Perbaikan ini harus terus dilakukan sesuai dengan perkembangan masyarakat yang terus berubah seiring dengan peralihan zaman.
Perjalanan pemerintahan di Indonesia yang dimulai sejak kemerdekaannya pada 1945 tidak sepenuhnya berjalan mulus. Model demokrasi parlementer yang diadopsi di awal kemerdekaan menyebabkan umur pemerintahan yang berumur pendek karena seringnya mosi tidak percaya yang dilakukan oleh anggota parlemen. Lalu muncul sistem presidensial dengan posisi presiden yang kuat serta kekuasaan yang besar. Namun ini menyebabkan presiden berkuasa terlalu lama dari yang seharusnya karena tidak ada aturan pembatasan kekuasaan. Soekarno berkuasa selama 22 tahun sedangkan Soeharto berkuasa selama 32 tahun.
Dari pengalaman tersebut, bangsa Indonesia belajar dari negara-negara yang telah memiliki sistem pemerintahan yang mapan, yang pergantian kekuasaannya berlangsung dengan mulus, yang pemerintahannya dikelola dengan mengedepankan asas transparansi dan akuntabilitas. Kini presiden tidak lagi dapat diturunkan oleh MPR hanya dengan menggelar Sidang Istimewa sebagaimana terjadi pada Gus Dur. Tuduhan atas kesalahan harus dapat dibuktikan dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi. Hal ini mengurangi potensi kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh parlemen. Harus terdapat mekanisme hukum terlebih dahulu sebelum keputusan politik.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



