Berlagak Bijak Atas Wabah COVID-19

42
Berlagak Bijak Atas Wabah COVID-19

Perihal beda sikap dalam merespon sebuah masalah, adalah sesuatu yang lumrah, selama sikap yang diambil memiliki alas reasoning yang jelas.

Termasuk kali ini, saat umat berbeda cara, bahkan secara diametral, menyikapi larangan berkumpul untuk menghindari penyebaran pandemik COVID-19, terutama dikaitkan dengan pelaksanaan salat jumat.

Pola seperti ini sudah pernah terjadi, kasusnya hampir sama, yaitu saat dunia sedang diserang pandemik tha’un pada zaman pemerintahan Sayidina Umar bin Khathab r.a.
Waktu itu pasukan yang dipimpin oleh Sayidina Umar hendak menuju Suriah, di tengah jalan berpapasan dengan rombongan dari Suriah yang mengabarkan bahwa Suriah sedang terkena pandemik tha’un yang sebenarnya berasal dari daerah Awamas (sekitar Palestina).

Setelah diskusi baik dengan perwakilan muhajirin maupun anshar, akhirnya diputuskan utk kembali meski sudah sangat tanggung, dengan pertimbangan adanya hadis Nabi yang melarang mendatangi daerah yang sedang terkena wabah (supaya tidak tertular), dan juga dilarang keluar dari daerah yang sedang terkena wabah (supaya tidak menularkan), serta lebih mengutamakan menolak potensi kerusakan (kena wabah tha’un).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here