Kembali tentang Beda Penyikapan terhadap Wabah

Seperti sdh disinggung sebelumnya tentang ragam beda penyikapan terhadap munculnya wabah.
Menurut penuturan Ibn Hajar al-‘Asqalaniy dlm bukunya (بذل الماعون في فضل الطاعون) “Upaya Penyelamatan dlm Mengatasi Wabah Thaun”, hal tersebut sudah berulang terjadi dalam sejarah Islam.
Tahun 749 H di Damaskus, Suriah, terjadi wabah thaun yang luar biasa, namun langkah penyikapannya malah dengan cara masyarakat berkumpul di lapangan-lapangan dan beberapa kota besar, bersama-sama memanjatkan doa beristighasah dan hasilnya, selepas berdoa wabah semakin besar, padahal sebelum mereka berkumpul wabah masih relatif kecil.
Pada masa hidupnya Ibn Hajar sendiri, yaitu tahun 833 H, terjadi lagi gelombang kematian yang sangat besar di Kairo, Mesir. Awalnya, penduduk yang wafat masih di bawah 40 orang. Kemudian tanggal 4 Rabiul Awal, masyarakat diminta puasa 3 hari sebagaimana kalau dalam istisqa, lantas berkumpul di lapangan untuk berdoa bersama.
Selanjutnya apa yang terjadi ? Sebulan kemudian, tepatnya tanggal 27 Rabiul Akhir, penduduk yang wafat semakin bertambah banyak sampai menyentuh angka 1.000 orang per hari, dan terus bertambah. Coba bayangkan…
Hingga pada akhirnya, mayoritas ulama mengeluarkan fatwa bahwa hal tersebut lebih baik jangan dilakukan, itu nisbat tempo dulu yang mana pola penularan belum dapat diidentifikasi dengan pasti.
Terlebih sekarang, saat semua pihak yang ahli di bidangnya menjelaskan dengan detil masifnya daya tular COVID-19, maka sudah selayaknya pola kumpul seperti apa pun dan untuk apa pun harus dilarang, bahkan diharamkan utk wilayah dalam kategori zona merah.
Mari kita serahkan pola penanganan wabah ini kepada yang lebih paham, kita cukup ikuti saja semua saran mereka, yakinlah bahwa ini yang terbaik utk saat ini. Hilangkan sikap suuzhan kepada siapa pun, termasuk kepada Pemerintah, karena tdk ada manfaatnya sedikit pun, malah semakin membuat situasi kacau.
Akhirnya, berkali-kali kita berdoa, semoga wabah ini segera diangkat dan dihilangkan oleh Allah SWT, bi haqqil Musthafa… Aamiin
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



