Cinta adalah Syukur

39

Pada zaman dahulu mungkin kita pernah mendengar seorang penyanyi kencing ketika dipanggung dan fansnya dengan sangat senang dan bangga meminum air kencing penyanyi tersebut.

Baru-baru ini penulis pun menemukan kembali sebuah berita bahwa ada seorang artis wanita menjual air bekas mandinya dengan harga lumayan mahal kepada fansnya. Ternyata fansnya banyak yang membeli.

Bagi kita 2 kejadian tersebut sangat tidak masuk akal. Namun bagi fans kedua artis tersebut ini bukan masalah masuk akal atau tidak, ini adalah masalah cinta. Betapa senangnya mereka mendapatkan sesuatu dari seorang yang mereka cintai dan banggakan. Walaupun itu adalah sesuatu yang jijik pada umumnya.

Setelah minum seteguk kopi dan menghirup sebatang rokok, penulis pun seakan menemukan sesuatu yang menampar muka dan tersadar akan satu hal. Betapa kita sering mendeklarasikan rasa terima kasih secara de facto kepada tuhan namun secara de jure entahlah.

Sering kita mengucapkan rasa terima kasih kepada tuhan hanya formalitas belaka tanpa dengan hati yang benar-benar gembira. Sering kita mengucapkan bahwa kita cinta kepada Allah namun hanya formalitas belaka.

Kenapa bisa begitu? Ya, kalau kita benar-benar cinta kepada Allah maka setiap apa yang Allah berikan kepada kita, akan kita terima dengan rasa yang gembira karena yang memberi adalah yang kita cintai.

Ketika kita makan sesuatu, perasaan gembira akan meliputi hati kita, karena kita ingat yang memberi nasi dan lauk pauknya adalah Allah. Tuhan yang sangat kita cintai.

Bahkan kalau ketika melihat apa yang dilakukan 2 fans artis tadi. Sesuatu yang dianggap buruk pun kita akan menerimanya dengan hati yang gembira karena Tuhan yang kita cintai yang memberi.

Jangankan sesuatu yang kita anggap buruk kita terima dengan hati gembira, nikmat dan rejeki yang setiap saat Allah berikan jarang terucap terima kasih kepada-Nya. Apalagi kita berterima kasih dengan hati gembira. Berterima kasih kita hanya lipstick belaka. Sebatas mengucapkan alhamdulillah, itu pun ketika kita menerima uang. Sedangkan nikmat diberi kesehatan, bisa melihat, bisa mendengar, bisa berjalan, punya keluarga dan lainnya hampir bisa dikatakan tidak pernah mengucapkan alhamdulillah.

Semoga Allah memberikan rasa syukur dalam hati kita yang disebabkan rasa cinta yang mendalam kepada Allah. amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here