Cobaan itu Menguatkan, dan Mengharuskan Kita Bertaubat
Selama manusia hidup, semuanya selalu dalam cobaan, tidak ada yang luput dari cobaan itu.
Allah sengaja membuat ujian, cobaan, atau tempaan agar manusia memiliki pengalaman hidup dan mental tahan banting.
Karena andai kita kuat sedari awal, karakter, sikap hidup, dan pandangan-pandangan kita, di berkahi pemahaman-pemahaman yang luas, bijak, dan penuh hikmah yang bermanfaat.
Kita lihat Nabi Adam, bagaimana ia di uji Allah dengan di turunkan ke bumi ini, menjadikannya mahluk yang penuh ujian, dan lihat ujian hidupnya ?
Sedari awal penciptaan, sampai beranak Pinak dibumi, semua kisahnya penuh dengan ujian yang tiada habisnya.
Tapi bagaimana ia menyikapi itu ?
Dikembalikan semuanya pada yang memiliki hidup !
Nabi Adam, ia bertaubat, memohon ampunan, berdoa sesungguh hati, dan doanya hingga kini, di baca seluruh keturunan Adam yang beriman.
“Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam tagfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.” Artinya: Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.
Ujian merupakan celah kita mengintropeksi diri, merenungi setiap apa yang sudah diperbuat.
Disamping itu, ujian juga merupakan asupan ruhani, sehingga mereka yang cerdas ketika mendapat ujian, segera ia bertaubat, memohon ampunan, dan memohon pertolongan hanya padaNya…
Pada dasarnya semua Ujian dariNya, harus dikembalikan lagi pada sang maha pemilik hidup, Ia yang menguji, Ia juga yang akan selalu memberi jalan, dan akan membuat kesulitan dengan sendirinya bisa teratasi.
Belajar dari pengalaman Nabi Adam dalam mengatasi cobaan, kita harus segera tersadar, cobaan yang kita rasakan, ujian yang dirasakan berat, menghimpit, membuat sesak,stress, bahkan putus asa…semuanya atas kehendakNya.
Maka segeralah bertaubat, ada kesalahan yang tidak terasa kita lakukan yang telah menyakiti sesama, atau sanak famili, atau bahkan kita sebelumnya terlalu angkuh dan sombong.
Maka ketika Cobaan, Ujian datang menghimpit, belum terlambat kita memohon ampunan, dan segeralah bertaubat, sehingga Allah mengampuni dosa dan kesalahan kita, hingga akhirnya, kita dikembalikan Allah ke jalan yang lurus, dan Allah sendiri nanti yang akan mengatur kita keluar dari jalan kesempitan itu sendiri.
Alhamdulillah.
Semoga bermanfaat.
Bambang Melga Suprayogi M.Sn.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



