Dari Buku “Islam Radikal” : Hakimiyah [1]
Kitab Fi Dzilal al Qur’an merupakan sumber utama yang menjadi pegangan dan rujukan semua kelompok takfiri, sehingga kitab tersebut harus dibedah dan dikritik secara ilmiah; dengan cara mencari intisari kandungan kitab tersebut serta meringkas pendapat- pendapat di dalamnya, pikiran-pikiran pokoknya, dan ungkapan- ungkapan kuncinya. Kemudian dari paparan dan penjelasan mereka yang panjang diambil poin-poin utamanya.
Keterangan di atas diperkuat fakta bahwa Saleh Sariyah dalam kitabnya ‘Risalah al-Iman -yang mengajak untuk mengafirkan pemerintah, menganggap masyarakat saat ini jahiliah, dan menyatakan bahwa negara umat Islam saat ini adalah dar harb (wilayah perang)— terinspirasi oleh Sayyid Qutb dan kitabnya Fi Dzilal al Qur’an. Demikian juga Syukri Musthafa dan kelompok al-Takfir wa al-Hijrah terinspirasi oleh kitab Fi Dzilal al Qur’an. Hal yang sama juga terjadi pada Muhammad Abdus Salam Farj dengan organisasi jihadnya dan kitabnya al-Faridhah al-Ghaiyyah hingga berakhir pada ISIS.
Untuk mempertegas hal di atas, Turki bin Mubarak al-Ban’ali menulis sebuah buku dengan judul al Lafadz al Sani fi Tarjamah al-Adnani’ yang mengupas tentang tokoh kedua dalam organisasi ISIS, yang bernama Abu Muhammad al-Adnani Taha Subhi Falaha. Di dalam buku tersebut, ia mengungkapkan bahwa dirinya sangat terinspirasi dengan tafsir Fi Dzilal al Qur’an karya Sayyid Qutb. Ia juga menyatakan bahwa Fi Dzilal al Qur’an merupakan salah satu kitab yang sangat ia sukai, sehingga ia membacanya berulang kali selama dua puluh tahun, dan ingin menulisnya kembali secara manual dengan tangannya sendiri.
Ia bercerita, suatu hari di tengah majelis pembacaan Al Quran, ia membaca firman Allah Ta’ala yang artinya: “Barangsiapa tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan oleh Allah maka mereka adalah orang kafir.” (QS, Al-Maaidah: 44). Ayat ini membuatnya terpukau, satu kali ia bertanya kepada salah seorang teman belajarnya, “Apa sumber undang-undang Suriah?” Temannya pun menjawabnya. Kemudian ia bertanya lagi, “Apa itu lembaga legislatif?” Temannya pun menjelaskannya. Kemudian ia bertanya lagi, “Apa itu lembaga yudikatif dan eksekutif?”, semua pertanyaannya dijawab oleh temannya sesuai pelajaran yang ia terima di sekolah. Lantas ia mengatakan kepada temannya, “Wahai fulan, ini berarti semua pemerintah kita adalah kafir!” Temannya hanya mengucapkan salam seraya melangkahkan kaki meninggalkannya.
Saleh Sariyah dalam Risalah al-Iman mengatakan: “Pemerintahan yang ada saat ini di seluruh dunia Islam adalah pemerintah kafir, tidak diragukan lagi. Masyarakat yang hidup di negara-negara ini semuanya adalah masyarakat jahiliah.”
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



