DEIKSIS ISLAM NUSANTARA

78
DEIKSIS ISLAM NUSANTARA

Oleh : Genuruh Jalaludin El-Qudsi

Indramayu – Islam NUsantara pada akhir-akhir ini mengundang banyak perdebatan sejumlah pakar ilmu-ilmu keislaman, sebagian menerima dan sebagian menolak. Alasan penolakan mungkin adalah karena istilah itu tidak sejalan dengan dengan keyakinan bahwa Islam itu satu dan merujuk pada yang satu (sama) yaitu Al-Qur’an dan As-Sunah. Kadang suatu perdebatan terjadi tidak karena perbedaan pandangan semata, tetapi lebih karena apa yang dipandang itu berbeda.

Tulisan singkat ini mungkin menjadi jawaban bagi mereka yang menolak “Islam Nusantara”, menurut apa yang saya pahami dan saya maksudkan dengan istilah tersebut, seperti jamak diketahui, Al-Quran sebagai sumber utama Agama Islam memuat tiga ajaran.

Iklan Layanan Masyarakat

Pertama, ajaran akidah, yaitu sejumlah ajaran yang berkaitan dengan apa yang wajib diyakini oleh mukallaf menyangkut eksistensi Allah, malaikat, para utusan, kitab-kitab Allah, dan hari pembalasan.

Kedua, ajaran akhlak/tasawuf, yaitu ajaran yang berintikan takhalli dan tahalli, yakni membersihkan jiwa dan hati dari sifat-sifat tercela dan menghiasinya dengan sifat terpuji.

Ketiga, ajaran syariat, yaitu aturan-aturan praktis (al-ahkam al-‘amaliyah) yang mengatur perilaku dan tingkah laku mukallaf, mulai dari peribadatan, pernikahan, transaksi, dan seterusnya. Yang pertama dan kedua sifatnya universal dan statis, tidak mengalami perubahan dimanapun dan kapanpun, tentang keimanan kepada Allah dan hari akhir tidak berbeda antara orang dahulu dan sekarang, antara orang-orang benua Amerika dengan benua Asia. Demikian juga, bahwa keikhlasan dan kejujuran adalah prinsip yang harus dipertahankan, tidak berbeda antara orang Indonesia dengan orang Nigeria.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here