20.6 C
Bandung
Tuesday, December 7, 2021

Fatayat NU Hadir Sebagai Wadah Pemberdayaan Perempuan

Must read

Ayi Abdul Kohar
Penulis aktif di struktur NU sebagai Ketua LTN NU Sumedang, mengelola situs resmi PCNU Sumedang serta aktif berkontribusi di website LTN NU PW Jawa Barat.

Fatayat NU sudah bergerak dalam berbagai bidang sesuai dengan visi misi Fatayat NU, tidak hanya di bidang keagamaan tapi juga bidang ekonomi dan bidang sosial. Fatayat sebagai wadah pemberdayaan kaum perempuan.

Hal tersebut dikatakan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Tanjugnkerta Kabupaten Sumedang, Ai Faridah saat menggelar Peringatan Isra Mi’raj dan Peringatan Harlah NU ke-98 di Desa Sukamantri, Tanjungkerta, Sumedang (Jumat, 07/03).

“Kegiatan Fatayat NU itu tidak hanya pengajian saja, karena pada dasarnya pengajian merupakan kegiatan yang tidak bias ditinggalkan. Di Fatayat NU banyak kegiatan yang dilaksanakan.” Tegasnya.

Diungkapkan bahwa Fatayat NU juga menyelenggarakan kegiatan kajian kesehatan, pengembangan ekonomi, ditambah di era kemajuan teknologi ini Fatayat NU dituntut untuk berperan aktif di kehidupan masyarakat harus terlihat pergerakannya

“Bicara soal kemajuan teknologi, di Fatayat NU kini ada Forum Daiyah, salah satu kegiatannya yaitu Nyantri Keren yang tujuannya yaitu untuk menghimpun para Daiyah di Fatayat NU supaya benar-benar aktif berperan dalam membentengi masyarak dari faham radikalisme khususnya didunia maya” pungkasnya

Ai Faridah mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan Fatayat NU di berbagai bidang ini dapat membantu masyarakat khususnya kalangan pemudi.

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Fatayat NU dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dan ia berharap kedepannya tumbuh subur kader-kader Fatayat di desa-desa dilingkungan kecamatan Tanjungkerta.

“Semoga progress pembentukan ranting-ranting di kecamatan Tanjungkerta berjalan dengan baik. Dengan diadakannya kegiatan ini semoga kita dapat syafaat Kanjeng Nabi Muhammad dan juga mendapat keberkahan para muassis Nahdlatul Ulama”. tutupnya. (Ahmad Thobi’in)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article