The news is by your side.

Filsuf Muslim, Ibnu Sina

Filsuf Muslim, Ibnu Sina | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Imam Achmad Ubaidillah – Mungkin sudah tidak asing lagi di telinga mahasiswa, pelajar, bahkan orang awam sekalipun mengenai ilmuwan filsuf mulsim, Ibnu Sina. Kitab al-Qanun fi Tibb merupakan karya beliau yang terkenal.

Beliau bernama lengkap Abu Ali al-Husain bin Abdullah bin Sina. Avicenna adalah sebutan akrab di dunia Barat. Ibnu Sina lahir di Afsana, lebih tepatnya dekat dengan daerah Bukhara (sekarang wilayah Uzbekistan) pada tanggal 22 Agustus 980 M. Ayah beliau dikenal sebagai seorang sarjana.

Ibnu Sina merupakan salah satu ilmuwan dan filsuf muslim ternama yang menggunakan logika filsafat dalam teologi Islam. Karya tulis beliau mencapai bilangan ratusan yang meliputi berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti fisika, kimia, metafisika, matematika, geometri, bahkan dalam bidang musik dan sastra.

Beliau termasuk salah satu orang yang semasa hidupnya tidak pernah merasakan hidup dengan seorang istri. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada bulan Ramadan tahun 1037 M, dimakamkan di Hamadan, Persia (sekarang wilayah Iran).

Sebelum wafat, beliau sempat mengeluarkan statemen berharga ”saya memilih umur yang pendek tapi penuh makna, dari pada umur yang panjang tapi terasa hampa.”Ibnu Sina menampakkan kemampuan intelektualnya sejak beliau masih kecil.

Pada umur 10 tahun, beliau sudah menyandang status penghafal Al-Quran. Setelah itu, menginjak umur 16 tahun beliau mulai mempelajari ilmu kedokteran kepada Abu Abdullah al-Naqili. Setelah sempurna berusia 18 tahun, beliau sukses mendapatkan gelar dokter dengan jerih payah beliau dalam mendalami ilmu kedokteran.

Pada tahun 997 M, beliau mendapat panggilan dari penguasa Dinasti Samaniyah (819-999 M) di Persia, al-Amir al-Ridha Nuh II. Beliau diminta untuk mengobati penyakit al-Amir dan berhasil. Dengan keberhasilan tersebut, beliau
mendapatkan kehormatan lebih dan berbagai akses juga fasilitas di Kekaisaran Samaniyah, seperti akses perpustakaan Samaniyah.

Tiga tahun kemudian, beliau menyelesaikan ratusan karya tulis dalam bidang matematika, geometri, astronomi, fisika, kimia, metafisika, filologi, musik, dan puisi. Bahkan dua karya beliau melambung tinggi dan sangat berpengaruh, yakni al-Syifa dan al-Qanun fi Tibb. Kitab al-Qanun fi Tibb tergolong buku kedokteran yang paling penting dalam ilmu kedokteran. Dengan adanya kitab ini, beliau dikenal sebagai dokter pertama di dunia yang
melakukan uji klinis dan pengenalan farmakologis klinis.

Beliau sangat terkenal di kalangan pengajar medis Barat sebagai peletak prinsip dasar sains. Beliau juga dikenal sebagai tokoh yang berjasa dalam penyakit tuberkolosis (TBC), diabetes, tumor, dan efek placebo. Dikutip dari Stanford Ecyclopedia of Philosophy, terdapat penjelasan bahwa Ibnu Sina merupakan salah satunya tokoh muslim yang menggabungkan pemikiran filsafat ilmiah dengan teologi Islamyang menghasilkan sebuah pemikiran teologi yang rasional. Tujuan penggabungan tersebut untuk membuktikan keberadaan Tuhan dan ciptaan-Nya melalui  dan logika.

Karya Ibnu Sina yang tidak kalah penting lagi adalah al-Syifa. Yang dimaksud dari nama judul kitab ini, yakni pengobatan adalah mengobati atau menyembuhkan kedunguan jiwa. Bisa diketahui dengan melihat isi dari kitab ini yang bahkan tidak menjelaskan tentang obat atau kedokteran, tapi kitab ini justru meliputi beberapa bidang keilmuan, yakni logika, ilmu alam, mmatematika (sebuah kuadrivium aritmetika, geometri, astronomi, dna musik), dan metafisika. Kitab ini merupakan karya besar Ibnu Sina dalam ilmu pengetahuan dan filsafat. Dia mungkin mulai menulis kitab ini pada tahun 1014 M dan selesai sekitar tahun 1020 M. Setelah itu diterbikan pada tahun 1027 M.

Dari sini bisa diketahui bahwa Ibnu Sina merupakan ilmuan filsuf yang bukan kaleng-kaleng. Dengan keilmuan beliau dan karya-karya yang dikarangnya sangat bemanfaat bahkan sangat penting dalam bidangnya.

Mahasantri Ma’had Aly An-Nur II

Penulis
Imam Achmad Ubaidillah
Leave A Reply

Your email address will not be published.