Gus Mus : Konsep “Yang Waras Ngalah” Sudah Tidak Relevan Lagi
Rembang, nujateng.com – Di tengah suburnya intoleransi, prasangka, fitnah, ujaran kebencian di masyarakat, konsep “yang waras ngalah” sudah tidak relevan lagi.
Pandangan tersebut diungkapkan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Leteh, Kabupaten Rembang, KH. Ahmad Mustofa Bisri dalam kesempatan dialog bersama para tamu dari dosen muda UIN Walisongo Semarang, Kamis (16 /2/2017) kemarin.
“Lebih-lebih media sosial kita akan dikuasai oleh orang-orang tidak waras jika orang waras hanya diam,” jelas Gus Mus.
Gus Mus yang pernah menjabat sebagai Rais Am PBNU lebih lanjut menjelaskan, ketika orang tidak waras memenuhi ruang publik dengan kebencian, fitnah dan intoleransi, yang waras juga harus bersuara dengan menyampaikan keyakinan tentang kebenaran dan berhenti ikut serta menyebarkan fitnah dan kebencian.
“Cara melawan ketidakwarasan hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang baik, karena api tidak dapat dilawan dengan api,” tegas Kiai yang juga budayawan ini. (Abdus Salam/003)
Sumber : PWNU Jateng
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



