Gus Yahya: Indonesia Selamat dari Konflik Horizontal karena NU
Jakarta, NU Online
Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa Indonesia selamat dari konflik horizontal (konflik agama dan perang sipil) karena adanya Nahdlatul Ulama.
Gus Yahya mengemukakan demikian mengingat konflik yang terjadi dan tidak berkesudahan di negara Islam di dunia. Menurutnya, negara Islam di dunia, dari Maroko sampai Bangladesh sedang menuju kegagalan sosial dan keruntuhan peradaban. Begitu juga dengan negara di Timur Tengah yang kesulitan memperbaiki negaranya.
“Tinggal Indonesia yang selamat dari kemelut ini. Tinggal Indonesia, satu-satunya. Itu sebabnya, sekarang seluruh dunia menengok dengan penuh harap kepada Indonesia. Kenapa Indonesia selamat? karena di Indonesia ada Nahdlatul Ulama,” katanya di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (29/11).
Ia mengungkapkan bagaimana orang-orang dari luar negeri berkunjung ke PBNU bertujuan meminta penyelesaian masalah yang terjadi di negaranya.
“Kiai Said Aqil, Pak Sekjen Helmy Faishal, beliau berdua ini sampai kehabisan waktu melayani orang-orang dari seluruh dunia yang datang ke sini, bertanya tentang cara mengatasi masalah,” ucapnya.
Atas hal itu, pria asal Rembang, Jawa Tengah ini pun mengaku tidak menghiraukan umpatan dari orang-orang terhadap terminologi ‘Islam Nusantara’ yang digaungkan NU, sebab dunia sedang membutuhkan NU.
“Jadi kalau sekarang di sini orang mencaci maki Islam Nusantara, saya sama sekali tidak susah dan tidak berkecil hati karena Islam Nusantara tidak bisa diapa-apakan lagi. Seluruh dunia sudah butuh, sudah settle, mau dicaci maki di mana pun juga orang butuh,” jelasnya.
Gus Yahya menuturkan bahwa orang-orang yang mengumpat Islam Nusantara disebabkan ketidaksukaannya kepada NU dan bukan karena ketidakpahamannya tentang Islam Nusantara itu sendiri.
“Mereka yang mencaci maki itu tidak punya tujuan apa-apa selain hanya untuk menyerang Nahdlatul Ulama. Kalau mereka bilang bingung, bilang gak paham itu mereka pura-pura saja. Sebenarnya mereka tahu, mereka paham, tetapi karena mereka butuh untuk menyerang Nahdlatul Ulama, mereka plesetkan, dibikin hoaks, dibikin definisi (sesuai keinginan) mereka sendiri, lalu dicaci maki mereka sendiri,” tandasnya. (Husni Sahal/Ibnu Nawawi)
Sumber : NU Online
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



