Ini Pilihan JATMAN Hadapi Pilpres

45
Ini Pilihan JATMAN Hadapi Pilpres

KALIBENING – NU di Kalibening mencoba bangkit kembali, setelah hampir sepuluh tahun pasif. Usai Pengajian Akbar dan Istighatsah Kubra, Mudir Aam JATMAN menjelaskan sikap JATMAN menghadapi Pileg dan Pilpres yang akan berlangsung 17 April mendatang di kediaman pimpinan GP Ansor Kalibening, Suswanto (17/2).

Diawali dengan pernyataan bahwa kebangkitan Islam tidak akan bangkit kecuali tarekat dimunculkan. Karena ketiga rukun Agama, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan itu satu kesatuan yang tak terpisahkan. Dari doktrin Islam muncul Syariah; dari Iman muncul Aqidah; dari Ihsan muncul Thariqah.

“Menjelang Pilpres ini pengamal tarekat jangan terpaku banyak membaca medsos, harus lebih banyak berzikir dan berdoa. Kenapa? Karena yang membaca medsos sudah terlalu banyak, yang terpancing emosinya hingga membuncahkan kemarahan, kebencian dan permusuhan sudah banyak. Lalu siapa yang berdzikir dan berdoa untuk bangsa ini?” ucap Mudir Aam.

Iklan Layanan Masyarakat
Ini Pilihan JATMAN Hadapi Pilpres
Mudir Aam. (Foto: Alim)

Menurut Wakil Talqin Abah Anom itu, ulama tarekat sudah melihat bahwa menjelang Pilpres dan Pileg ini banyak iblis dan setan bergentayangan. Menyebarkan dusta, benci dan permusuhan di tengah masyarakat.

Hanya dengan membaca medsos, masyarakat tidak tahu mana yang benar dan salah, tapi yang pasti emosinya mudah terbakar. “Kalau tidak ada yang doa dan zikir, siapa yang akan memadamkan api kemarahan ini?” kata Kiai Wahfi.

Sesuai instruksi Rais Aam JATMAN, Habib Luthfi bahwa, “JATMAN nyatakan netral, pilihan diserahkan nurani masing-masing,” tegas Mudir Aam.

Kiai Wahfi mengajak untuk belajar dari pengalaman, “Politik itu bisa berubah seketika, nanti kita kecewa. Pengalaman yang sudah-sudah kan begitu,” pungkas beliau.

Ini Pilihan JATMAN Hadapi Pilpres
Mudir Aam dikawal Banser menuju panggung. (Foto: Alim)

Jadi berzikirlah, jangan lupa, siapapun yang akan menjadi presiden sudah ada di Lauhil Mahfudz. Percaya takdir atau tidak? Ikhtiar memang diharuskan, silahkan kampanye dan lakukan pendekatan, tetapi jangan sampai untuk itu semua kita terjebak mengobarkan dusta, benci dan permusuhan.

“Jangan sampai Pilpresnya selesai, tapi kita ini pecah,” ujar Mudir Aam.

Mudir Aam juga mengajak kepada seluruh Kader NU untuk merangkul semua golongan, terutama yang muda, sebab kaum milenial itu masih banyak yang dalam proses pencarian. Jadi perlu dibina dan diarahkan. Jangan bersikap keras kepada mereka, meskipun bukan NU. Bisa jadi mereka cuma ‘belum NU’ karena belum ada yang memberitahukan dengan pas ‘apa itu NU’.

“Habib Luthfi selalu mengingatkan bahwa JATMAN netral, semua pihak adalah aset bangsa, semua perlu diasuh dan dirangkul,” terang Kiai Wahfiudin yang juga Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat.

“Tidak boleh lepas kendali emosi. begitu ghadab (marah) yang datang setan. Jangan menyebarkan dusta, kebencian dan fitnah, mintalah selalu yang terbaik kepada Allah SWT,” tutup beliau. (eep)

Sumber : Jatman Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here