Ini Respon PMII Pangandaran, Terkait Tudingan PKI pada Kiyai NU

36

Momentum 30 September kemarin menjadi sejarah kelam bangsa indonesia, dimana peristiwa pemberontakan PKI Pernah memuncak pada beberapa puluh tahun silam kebelakang, lucunya menjelang peringatan sejarah kelam indonesia itu, kemarin sempat viral bahwa salah satu kiyai NU dituding PKI maka penting kita mengkaji sejarah.

K.H. Yayan Bunyamin, M.Phil yang akrab dipanggil oleh warga Nahdliyyin Jawabarat dengan sebutan kang Yayan ini tak lepas dari tudingan PKI hal itu terkuak ketika banyak beredar postingan screenshotan di kalangan warga Nahdliyyin, didalamnya ada kata-kata kurang etis yang ditudingkan serta potongan Vidio dari YouTube dalam grup WhatsApp milik salah satu ORMAS di daerah Ciamis, mengenai tudingan tersebut, sontak ini menyakiti perasaan warga Nahdliyyin wabilkhusus di Jawabarat.

Tidak sepantasnya tudingan semacam itu ditudingkan terhadap kiyai NU apalagi jika kita telusuri sejarah, jelas NU lah yang ikut serta dalam penumpasan paham radikalisme baik komunis juga radikalisme faham dalam beragama, dengan prinsip hubulwaton minal imannya.

Mengenai K.H. Yayan Bunyamin, M.Phil sendiri beliau juga aktif dalam berkarya Salahsatu diantara karyanya yakni diantaranya buku berjudul “MENALAR NU” beliau juga aktif sebagai direktur Aswaja Center Tasikmalaya, jadi salah besar ketika tudingan PKI dilontarkan kepada beliau.

Informasi tambahan bahwa isu PKI terhadap Salahsatu kiyai NU itu, dalam salah satu potongan postingan Vidio YouTube ketika beliau sedang menghadiri pelantikan PC. NU Pangandaran sekaligus menjadi mubaligh dalam Vidio tersebut, ini kemudian yang menggugah PMII Pangandaran merespon akan hal itu, karena disamping kang yayan ada juga K.H. Raden Hilal Turmudzi beliau selaku ketua Tanfidz di PC. NU Pangandaran, ketika isu PKI ini dilontarkan sebagian warga Nahdliyyin Pangandaran merasa tersakiti, beliau identik dipanggil kang Aden Hilal merupakan tokoh dimana sesepuhnya yakni Aden Mumu dan agan Didi tokoh yang menyiarkan agama Islam wabilkhusus di pangandaran ini, jadi amatlah salah besar ketika isu PKI disangkutpautkan pada kiyai NU sampai tulisan ini di terbitkan kami berharap ada itikad baik dari beberapa pihak untuk bertabayun, serta meminta tindakan hukum yang sebanding sesuai dengan produk hukum yang ada, wabilkhusus di indonesia, terhadap aparat penegak hukum.

Al-faqir Hamba ALLOH di Pangandaran.

Previous articlePerkuat Silaturahmi,Kopri Pangandaran Ajak Anggotanya Kembangkan Hobi
Next articleKader Aswaja PC Pergunu Kabupaten Pangandaran Adakan PAB untuk Ciptakan Kader Progresif dan Militan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here