26.7 C
Bandung
Selasa, Agustus 16, 2022

teras islam moderat online NU Jawa Barat

Must read

Islam Nusantara, Berakar dari Karakter Bangsa Kita

Islam Nusantara, Berakar dari Karakter Bangsa Kita | NU Jawa Barat

Bambang Melga M.Sn – Menjawab fitnah, Ir. Jend Pol Dwi Purwanto, yang disebar di banyak Group WA warga NKRI.

Siap tak kenal bangsa Indonesia?
Tercatat dari jaman Nabi Nuh, sampai Nabi Sulaiman, daerah Nusantara telah berkontribusi nyata bagi peradaban keberadaan ketauhidan setiap agama yang muncul di daerah timur tengah, dan Arab sekarang.

Coba buka Alkitab, produk pohon gaharu, telah sejak lama di perlukan para Nabi, untuk dipakai sebagai penyempurna peribadahan, maka ratu Bilqis, menghadiahkan itu dalam jumlah luar biasa banyak pada Nabi Sulaiman.

Kemudian pohon jati dari Nusantara, khususnya Jawa, telah dipakai Nabi Nuh, untuk dijadikan bahan baku bagi pembuatan bahtera yang ia buat, yang bahannya menurut para peneliti yang menemukan artefak bahtera tersebut, di pegunungan Arrarat, Turki, merupakan jenis jati, yang identik banyak tumbuh di Jawa.

Coba perhatikan dua hubungan ini saja !!

Jelasnya harus faham, bagaimana gen manusia Jawa, manusia Nusantara, telah begitu sangat terdidik sejak jaman para nabi awal, sehingga otomatis, adab, sopan santun, karakter toposalira, dan karakter adiluhung lainnya, telah mengakar kuat sejak lama, itu karena adanya ikatan kuat sedari awal dengan apa yang di contoh kan dari kemuliaan para Nabi nabi Awal, yang di adobsi oleh nenek moyang kita, sedari sejak Islam belum ada.

Bukankah Nabipun, telah menggambarkan ciri-ciri suatu bangsa, yang dikatakan memiliki Panji, berwarna merah, dan putih, dan dikenali masyarakat nya sangat mencintai Ia dan ajarannya ?

Bangsa mana itu yang di sebutkan Nabi itu?
Ya kita, bangsa Nusantara ini.

Sekarang pertanyaannya.

Apa masih kamu sangsikan keutamaan Kayakinan bangsa Nusantara, baik dalam Budi pekerti dan kesungguhan ber- tauhid ?

Sebelum bangsa Arab Ada, sebelum Yahudi disebutkan dalam kisah di Al Qur’an, dan sebelum nabi Ibrahim sebagai bapak dari 2 agama Islam dan Yahudi ini muncul.

Bangsa Nusantara telah bertauhid.
Mengikuti ajaran nabi, baik Nuh, maupun Sulaeman, sehingga karakter bangsa kita sejak awal sudah sangat terkenal kelemah lembutannya, dan Budi bahasanya yang tidak ada dua, di seluruh duniaโ€ฆ.coba pikir, ini siapa yang mengajarkan ?
Jika bukan dari didikan para Nabi !!

Di tambah pergaulan internasional nya telah tercatat, di mulai sejak nabi Nuh, dan diperkuat di jaman nabi Sulaiman, seperti apa yang jelas jelas diwartakan dalam Alkitab, di pasal tentang raja raja 10/12, di sana ini diungkapkan, bagaimana komoditi utama hasil bumi Nusantara, rempah-rempah dan Gaharu, sampai harus tersebutkan sebagai hadiah ratu Bilqis pada Nabi Sulaiman.
Alhamdulillah.
Subhanallah.
Allahu Akbarโ€ฆ.sungguh kita sangat bangga pada nenek moyang kita, di Nusantara.

Berpikir cerdaslah, kita harus sampai menyeruak jaman!

Berpikir luaslah kita, bahwa potensi kita dalam berkeyakinan, adalah turunan, dari kemuliaan nenek moyang kita yang terus kita pegang dan junjung tinggi.

Sehingga bukalah matamu, bahwa masyarakat kita, di Nusantara tercinta, sudah sejak lama setiap daerah memiliki nilai-nilai falsafah kekuatan kedirianannya, terhadap persoalan ahlaq, adab, norma perilaku, dan aturan berkehidupan.

seperti falsafah Siger tengah, dalam pemahaman kehidupan masyarakat kita di Sunda, yang akhirnya di munculkan kembali di Muhtamar NU ke 34 dengan mengajak umat Islam untuk mengambil jalan dan pandangan moderat, berada di tengah tengah, yang dalam istilah Arab di sebut tawassuth.

Lalu Kenapa saat kau dengar, Islam Nusantara, Islam Nusantara, yang di propaganda kan NU, telingga mu seperti kebakaran jenggot ?

Bahkan para mubaligh, ulama ada sebagian yang menolak ini ๐Ÿ˜.

Ternyata, jangankan kamu!!
Ulama saja sebagiannya tidak faham pada persoalan yang kecil dan remeh seperti ini !
Itu menurut penulis yang sok pintar ini๐Ÿ˜
Bolehlah agak sombong, sebab ilmu menurut Islam lebih utama dari iman.
Lihat hadistโ€ฆ
keutamaan orang berilmu seperti keutamaan Rasulullah
ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ู…ูŽูƒู’ุญููˆู„ูŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุถู’ู„ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุงุจูุฏู ูƒูŽููŽุถู’ู„ููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุฏู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’ ุซูู…ู‘ูŽ ุชูŽู„ูŽุง ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุขูŠูŽุฉูŽ { ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฎู’ุดูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏูู‡ู ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู } ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุณูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุฑูŽุถููŠู‡ู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุนูŽู„ู‘ูู…ููˆู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ
Makhul ia berkata: “Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘keutamaan seorang yang berilmu dari seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas orang-orang yang paling rendah diantara kalian,
Alhamdulillah penulis sepertiโ€ฆ.di sapa Nabi atas keutamaan ilmunya ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿ˜Š

Dari kumpulan penulis sering berdiskusi dengan para sahabat penulis, pemikiran yang picik sangat di sayangkan, gelar, keilmuan, dan keulamaannya!

Berarti, kata Gus Ali Fadhil Kholil Habib
dan Abah Asep Oman dan rekan seperjuangan saya pak Zamhuri M Ghazali serta Abah Amin GBI, “kopine durung pahit, ngajine durung khatam, dolanne durung adoh”โ€ฆ.hahaha, kasihan.

Saudara kuโ€ฆโ€ฆ

Islam Nusantara itu masih Islam yang sama dengan Islam mu, tak ada penyimpangan dalam syariat, ibadah, dan bacaannyapun sama.

Hanya saja Islam Nusantara adalah cara NU melabeli Islam di kita, di bumi Indonesia, Nusantara ini, sebagai Islam yang mengambil akar dari Budi pekerti, bangsa Nusantara, yang sejak lama sudah terkenal kemuliaan nya, kebaikannya, kekuatan karakter nya. Dan kesungguhan nya dalam kehidupan yang terkenal toleran, guyub, dan kegotongroyongan nya.

Tidak setuju dengan upaya membranding Islam di kita di Nusantara ?

Kenapa NU harus berupaya seperti itu?
Kenapa NU harus membranding Islam di Indonesia demikian ?

Branding adalah Istilah untuk mengidentifikasi kan lebih, sesuatu yang sudah ada, untuk memberi citra unggul, yang menjadi ciri atau penguat pada hal yang di maksud.

Islam kita di identikan dengan memberi penambahan kata Nusantara, agar tampilan nya Islam di Indonesia, selalu bercermin dari akar pola perilaku masyarakat Nusantara yang santun, beradab, dan menjunjung toposalira, persaudaraan dalam kemanusian.

Tak bisa kita pungkiri, 20/30 tahun, Islam dunia, telah membawa wajah dan citra umat yang buruk !!

Negara-negara Muslim saling berperang, bahkan negara Arab dimana Harusnya jadi contoh, turut menyerang dan banyak mematikan umat muslim di beberapa wilayah Yaman, yang sama sama Islamnya.

Belum lagi munculnya ISIS, di timur tengah, yang mengaku Islam namun banyak menumpahkan darah saudara-saudara kita yang seiman.

Di kita di Indonesia, buat pusing lagi, muncul ormas pengacau, seperti HTI, FPI, dan sempalan Islam militan Islam lainnya, di bawah binaan tokoh tokoh teroris, telah membuat coreng moreng wajah Islam yang kita banggakan ini.

Islam yang identik dengan Arab, sangat kentara, kejahilannyaโ€ฆ.!!

itu suatu bukti, umat kita khusus di Nusantara, perlu wajah Islam yang teduh, Islam yang menghangatkan, dan Islam yang harus terlihat ciri, kerahmatan Lil alamin nya, untuk membantu persepsi Islam itu baik, santun, bisa merangkul, dan jauh dari sifat merusak, membuat onar, dan melawan pemerintahan yang sah ini, seperti yang ditunjukan FPI, dan HTI, 2 ormas yang sekarang sudah di larang dan dianggap ilegal keberadaannya.

Anda mau ada dibarisan mana?
Islam dengan wajah FPI, dan HTI yang Anda pikir representasi dari Islam yang anda banggakan!!

Atau Islam seperti Islam karakternya orang NU yang berpijak dari kearifan lokal, kecerdasan lokal, dan jadi bagian Islam yang membumi.

Islamnya orang NU jangan di tanya, sangat patriotis, sangat nasionalis, sangat cinta Indonesiaโ€ฆsehingga Hubbul Wathon minal Iman, mencintai negara sebagai dari iman, itu adalah perkara betapa orang NU, sangat sayang Agamanya, terlebih sangat menjaga Marwah Islamnya, dan mencintai negerinya, sehingga harus ia pertahankan sebagai mana mempertahankan nilai-nilai baik dari agamanya.

Bangga kita jadi warga NU, karena reputasi NU ada sejak didirikan, sudah berjuang bagi Umat Islam tak hanya di Indonesia, tapi dunia.
Ingat kiprah NU awal sudah berjuang bagi Islam Dunia !!

Ingat lagi saat NU awal yang didirikan oleh hadratun syeh Khyai Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri tahun 1926 tanggal 31 Januariโ€ฆ.tujuannya adalah memberi peringatan atas keberatan umat Islam di Indonesia, ketika makam nabi hendak di bongkar, di gusur oleh raja Saudi, Ibnu Saud, kala itu, hingga maklumat keberatan dari NU, jadi pertimbangan raja Saud dan akhirnya maksudnya di urungkan, tidak jadi memindahkan makam nabiโ€ฆ. Alhamdulillah.

Lihat dengan matamu, NU sangat-sangat berjasa sejak sedari awal ia berdiri.

Lalu apa kamu mau di tipu ormas radikal ?
Menghinakan NU dengan branding Islam Nusantara nya ?

Belajar lagi sejarahnya!
Belajar lagi cara para wali melakukan Syiar Islamnya.

Jika Islam datang ke Nusantara dengan barbar, meniru gaya syiar FPI, HTI, dan Gaya bom para pentolan Teroris, penulis Haqul yakin, Islam tak akan diterima masyarakat Nusantara.

Mari kita cerdas menganalisa.
Mari kita cerdas memahami sejarah.

Dirimu jangan jadi penyebar fitnah jika tak fahamโ€ฆ.dirimu jangan jadi perusak kerukunan umat jika tidak ingin tercolek.

Ketika Islam Nusantara di gaungkan, ada keprihatinan para sesepuh NU, melihat carut marutnya wajah Islam di kita maupun Dunia.

Wajar NU membangun image baru wajah Islam Indonesia, karena kita jauh dari karakter bangsa Arab, yang sudah sejak zaman Nabi terkenal jahiliah nya, dan sangat suka peperangan.

Silahkan mau Islam Nusantara, atau Islam gaya Arab, seperti apa yang di gadang dan dipromosikan Bahar bin Smithโ€ฆ ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Santai saja
“Gitu aja kok repot!” Ujar gusdur sambil menghisap rokoknya, dan penulis tersenyum sambil menyeruput kopi Hitam, yang mendadak penulis suka setelah di jamu oleh Ustad DKM Al Fath komplek D’amarta, kang Ustad Ujang Rahmat โ€ฆ ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Hatur nuhun ustad kopi Bali na ๐Ÿ˜๐Ÿ˜
Alhamdulillah.

Semoga bermanfaat.
Bambang Melga M.Sn

Pengamat Dadakan NU ๐Ÿ˜Š
Pengurus LAKPESDAM NU Kab Bandung.
Ketua Bidang Potensi Badan Kemakmuran Masjid DMI kab Bandung.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article