Islam yang Bagaimanakah yang Lebih Baik?
Kita rajin tahajud, tapi mengapa mulut kita selalu nyinyir? Kita rajin sedekah, tapi kenapa merampas hak orang lain? Kita pakai sorban dan gamis, tapi kenapa kita mencaci-maki pemimpin kita?
Pesan Nabi ini sangat humanis. Kita diminta melakukan jaminan keamanan sosial.
Bagaimana orang hendak bekerja, bila selalu dibully, difitnah, dan dihadang dg berbagai isu? Bagaimana orang bisa merasa aman dan nyaman, bila kondisi rumah tangga, lingkungan dan tempat kerja membuat dia merasa tertekan dan keamanannya terganggu?
Pesan Nabi di atas relevan dg kondisi kita ini. Dlm 2 hadits tsb Nabi tdk bicara politik atau sistem negara sbg amalan yg khair dan afdhal. Nabi lebih menekankan aspek kemanusiaan kita: selamat dari gangguan lisan/tangan, memberi makan, dan menebar salam. Sederhana, bukan?

Tabik,
Nadirsyah Hosen
Wakil Ketua Pengasuh Pesantren Takhasus Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



