Jual Beli Kredit, Apakah Sama dengan Riba?

2

Allah subhanahu wata’ala menghalalkan seorang hamba untuk melakukan transaksi jual beli. Segala bentuk jual beli asal memenuhi tuntunan yang sudah disyariatkan oleh Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan sebagaimana sudah dijabarkan oleh para ulama dalam kitab-kitab turats fiqih, adalah boleh dipraktikkan. Wajah jual beli adalah mendapatkan keuntungan. Antara keuntungan jual beli kontan dan jual beli kredit, bertempo, adalah sama-sama diperbolehkan oleh syariat. 

Khusus jual beli kredit, keserupaan keuntungan yang didapat lewat jual beli secara kredit ini sering diwacanakan secara salah oleh sekelompok masyarakat. Banyak orang yang beranggapan bahwa jual beli kredit adalah sama dengan “nganakne duit” (riba). Padahal, sama sekali hal itu bukan sebagaimana yang dimaksudkan. Penyerupaan jual beli secara kredit ini pernah juga dilakukan oleh orang-orang kafir jahiliyah pada masa risalah kenabian Baginda Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, namun hal itu secara tegas dibantah oleh Allah lewat Surat al-Baqarah ayat 275. Lewat ayat itu, Allah juga mengancam bahwa orang-orang yang menyerupakan antara “keuntungan jual beli yang diperoleh secara kredit” dengan “keuntungan yang didapat dari riba”, dengan: 

  1. Kelak ia akan dibangkitkan dari kubur dalam keadaan seperti orang yang gila
  2. Tempat kembali orang yang demikian itu adalah neraka, sebagai seburuk-buruk tempat kembali (QS. Al-Baqarah 275)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here