Kajian Uquduluzain di Mesjid Pusdai Kota Bandung Bersama Ustadzah Evi Afifah

79

Seperti inilah terobosan yang dimotori oleh WPWA (Warga Pengajian Wanita Assalam Kota Bandung) terhadap keberadaan Majelis Taklim yang ada di Kota Bandung Khususnya.

Acara yang dimulai dari pagi hari itu sudah mulai dipenuhi oleh para ibu-ibu muda yang berasal dari berbagai Majelis Taklim yang ada Kota Bandung di antaranya dari Majelis Taklim Assalam, Majelis Taklim Taman Belajar Al-Afifiyah, Mt Al Hidayah Cibenying Kulon, Mt Ar Rafi Komplek Antabaru, Mt Al Latief Jl Madurasa Selatan, IHYA Assalam Kota Bandung dan berbagai majelis Taklim di Sekitaran Kota Bandung.

Acara yang di buka oleh pembacaan Maulid Simtududduror itu di pimpin langsung oleh para ibu-ibu muda yang menamai majelis nya tiada lain adalah WPWA (Warga Pengajian Wanita Assalam Kota Bandung).

Pada kesempatan kali ini acara tersebut ditutup oleh tausiah oleh Ustadzah Evi Afifah yg juga salah satu Karyawan Yayasan Assalam Kota Bandung.

Dalam isi Tausiah nya Evi yang seorang ibu muda kelahiran Cibereum Kabupaten Bandung itu mengangkat tema tentang “Kisah Seorang Wanita Sholehah yang Mempunyai Suami Munafik”

“Istrinya adalah seorang yang selalu mendawamkan Bismillah dimanapun ia berada sedang apapun pasti bibirnya selalu tak pernah berhenti mengucap lafadz Bissmillah” ujar Evi

Ustadzah Evi juga menceritakan bahwa suami yang munafik itu berencana ingin menguji istrinya karena ia merasa geram melihat sikap istrinya tersebut.

“Suatu hari suaminya menitipkan dompet kepada Istrinya kemudian sang istri menyimpan dompet itu disebuah lemari” ujar Evi

“Kemudian tanpa sepengetahuan istrinya dompet itu di ambil oleh suami nya dan di buang ke sungai.” Lanjut Evi Ibu muda yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris IPPNU kota Bandung itu

Evi juga melanjutkan ceritanya yg ia kutip dari Kitab Uqudulluzain itu
“Setelah membuang dompet itu ke dalam sungai si suaminya itu meminta kembali dompet itu kepada istrinya”jelas evi dihadapan ibu-ibu yang pagi itu hadir di mesjid Pusdai

Dengan membaca Lafadz Bismillah dibuka lah lemari itu dan alangkah kagetnya sang suami ketika lemari itu di buka ternyata dompet yang telah ia buang ke sungai masih ada di lemari dan tersimpan dengan rapih tanoa ada yang kurang satupun “lanjut ustadzah Evi Afifah

Selain itu beliau juga menekankan kepada ibu-ibu yg hadir pada pagi itu untuk senantiasa mendawamkan Bissmillah dimanapun dan kapanpun.
Ustadzah evi pun menutup tausiah nya dengan membacakan doa kebaikan untuk para jamaah yang hadir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here