Kantor PCNU Kabupaten Bogor Didatangi Densus 88

61

Kamis Pahing, siang hari, 23 November 2018. Densus 88 Mabes Polri berkenan silaturahmi menyambangi PCNU Kab. Bogor. Rombongan dipimpin oleh AKBP H. Saleh Pattimura, berjumlah 4 orang. Rombongan disambut oleh pengurus PCNU kab. Bogor. Adapun bertindak sebagai koordinator dipercayakan kepada Ketua Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama Kab Bogor – H. Agus Riadi.

Sejumlah pengurus yang turut mendampingi, antara lain Wakil Sekretaris PCNU kab Bogor – Ust. H. Amirullah, SH; Ketua Robithoh Ma’ahid Al Islamy (RMI) kab Bogor – KH. Abdul Basith Mahfud, SPd; Ketua Lakspesdam – Nur Ahmad, MH; Banser dibawah Komando Ketua GP Ansor Kab. Bogor – KH. Abdullah Nawawi, Satkorcab – Kang Ucen Ruslan; Pengurus LKNU – Adi Supardi Diploma Ing.; Ketua CPB – IPNU kab Bogor – Kang Irfan, Direktur PAUD Hasyim Asy’ari Bogor – Dr. Ade Heriyanti dan beberapa Pengurus lainnya. Wakil Ketua PCNU – KH. Ahmad Ikrom hadir di akhir acara.

Silaturahmi disampaikan oleh AKBP Saleh Pattimura, dengan ucapan salam untuk hadirin dan para Kyai NU kab. Bogor. Beliau mengutarakan bahwa roadshow silaturahmi ini telah dan akan berlanjut menyambangi pengurus NU, mulai dari PBNU, PWNU dan PCNU seluruh Indonesia.

Hikmah lain dari silaturahmi ini adalah adanya kerjasama sinergis antara institusi Polri dalam hal ini Densus 88 dengan stakeholder holders Nahdlatul Ulama.

Tupoksi Densus 88, antara lain berupa pencegahan, pembinaan dan penindakan terhadap upaya-upaya atau kegiatan yang Radikal, dan melakukan Deradikalisasi.

Demi tercipta keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Khusunya di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila, UUD 45, dan Bhineka Tunggal Ika.
Dikalangan NU dikenal istilah PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45), demikian H. Agus sampaikan.

Acara silaturahmi tersebut mengalir dengan suasana yang aman, tenang dan nyaman, tidak tegang dan dialogis dua arah. Wakil Sekretaris PCNU Kab Bogor – Ust. H. Amirullah menyampaikan salam damai dan persahabatan dari Ketua PCNU kab Bogor – Kh. Romdhoni MH, yang karena sesuatu hal pada kegiatan lain yang tidak bisa diwakili, sehingga beliau menugaskan staf-stafnya.

Semua sepakat bahwa keadaan seperti ini yang aman damai tentram patut disyukuri. Ini, bagian dari Ni’mat Allah. Bayangkan, jika situasinya konflik, terjadi demo yang tidak berarti, bahkan peperangan seperti di benua lain yang kita saksikan saat ini, untuk ibadah fardhu pun mereka tak nyaman. Sehingga, Ni’mat yang mana lagi yang engkau dustakan? Yang diulang-ulang… Lalu Ni’mat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu masih kamu dustakan?, hingga 33x tersebut dalam surat Ar-Rohman. Ujar Kiai Amir.

Sinergitas Deradikalisasi ini, diharapkan dapat tersosialisasikan hingga ke akar rumput di pelosok Bogor. Untuk ini, Mabes Polri yakin dan optimis peran NU dengan jaringan struktur dan non struktur warga Nahdliyyin berjalan optimal. Komunikasi inten baik kunjungan fisik on the spot maupun via media informasi lainnya dapat menjadikan simbiosis mutualisme untuk semua pihak.

NKRI bagi NU sudah final, harga mati. Sehingga segala upaya yang merongrong kedaulatan NKRI (PBNU di atas) NU dengan Banser ya tampil di garda terdepan. Ini telah dibuktikan oleh pendiri NU dan diestafetkan ke generasi Nahdliyyin hingga saat ini dan selanjutnya. Sejak berdirinya Negara Indonesia. Jadi bukan hanya gaung baru-baru ini saja.

Para Kyai pendiri NU juga telah berjihad sejak berdirinya Negara Republik Indonesia. Ingat Resolusi Jihad NU untuk mengusir penjajah 10 Nopember 1945 di Surabaya. Saat itu baru saja Indonesia diproklamirkan oleh Sukarno – Hatta pada 17 Agustus 1945.

Sejak disahkannya UU terorisme yang baru memberi ruang bagi Densus 88 untuk melakukan penindakan terhadap upaya radikal yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat, apalagi yang mengarah ke makar, demikian diutarakan AKBP Saleh Pattimura. Bahkan sudah ratusan orang yang ditindak yang berindikasi hal di atas. Kepada masyarakat disarankan melapor ke aparat kepolisian terdekat untuk preventif dan kuratif hal tersebut.

Ada beberapa wilayah yang mendapat perhatian dari Densus 88, termasuk Jawa Barat, Poso, dan lain-lain. Skala perhatian ada yang zona merah atau kuning. Dengan tindakan pembinaan yang tepat, dapat menurunkan zona merah ke kuning dan kuning ke hijau. Aman -nyaman. Demikian, jawaban AKBP Saleh Pattimura, ketika menjawab pertanyaan Dr. Ade Heriyati tentang wilayah mana saja di Indonesia yang mendapat perhatian. Tentunya, hal ini agar kita hidup lebih tenang dan nyaman lagi dalam bernegara dan bermasyarakat.

Di akhir acara, kami semua spontan menyanyikan lagu Yalal Wathon, yang di dalamnya memuat kalimat Hubbul Wathon Minal Iman. Cinta Tanah Air sebagian dari Iman, Dawuh Hadrotusy Syekh Hasyim Asy’ari dan Mbah Wahab Hasbulloh.

Selepas ramah tamah, dilanjutkan sholat Dzuhur berjamaah dan bermunajat untuk keselamatan bangsa dan negara dan masyarakat Indonesia.

Disertakan bacaan Sholawat Asyghil dipandu ketua LTMNU mengawali doa yang dipimpin oleh Ketua RMI NU.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here