Kejiwaan Anak dan Penggunaan Gawai Menurut Dokter Spesialis

16
Dr Citra Fitri Agustina, seorang dokter spesialis kejiwaan di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Foto: NU Online/Syakir

Teknologi berkembang begitu cepat. Gawai, termasuk ponsel, begitu mudah diperoleh dan seakan sudah menjadi barang primer yang siapa pun harus punya. Tak sedikit masyarakat kita yang bahkan memiliki dua sampai tiga ponsel setiap orang. Perkembangan teknologi juga tentu berdampak pada anak-anak.

Dewasa ini, tak sedikit anak-anak dan remaja yang harus dikonsultasikan kejiwaannya. Hal tersebut akibat tingginya intensitas mereka bermain gawai. Kecanduan akibat kepuasan mereka bermain menjadi faktor kuat perubahan sikapnya menjadi lebih eksklusif, sering marah, hingga mudah berbohong demi keinginannya menatap layar itu terwujudkan.

Melihat fakta yang sudah sedemikian parahnya, Pewarta NU Online Syakir NF menemui dr Citra Fitri Agustina, seorang dokter spesialis kejiwaan, di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (13/11). Dokter lulusan Universitas Indonesia ini merupakan Sekretaris Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU).

Apa yang membuat anak-anak kecanduan main gawai ?

Jadi, peristiwa adiksi internet itu ada beragam ya, ada siberseksual, pertemanan dunia siber, online shopping, judi online, penelusuran informasi apa saja padahal ya mereka tidak butuh-butuh banget, hingga gim adiksi. Kesenangan mereka yang terpuaskan melalui salah satu di antara itulah yang membuat mereka kecanduan, ingin melakukannya lagi dan lagi, terus-menerus.

Kalau kecanduan Napza itu biasanya dengan menambah tablet karena satu dua tablet kurang ‘nendang’. Kalau adiksi gawai ini membuat orang semakin besar kebutuhannya akan informasi yang ingin diaksesnya atau gim yang dimainkannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here