The news is by your side.

Kepahitan : Seperti Minum Kopi Hitam

Kepahitan : Seperti Minum Kopi Hitam | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Bambang Melga Suprayogi – Kepahitan hidup, banyak orang selalu ingin menghindarinya.
Wajar kita tak mau ada dalam situasi sengsara!
Sengsara itu bagi yang mengalaminya, adalah petaka dan neraka.

Waduh, sampai se ekstrim itu mengibaratkan seperti neraka !
Yaa, penderitaan hidup dimulai dari adanya kepahitan itu sendiri.

Pahitnya hidup, bisa jadi merupakan suatu proses munculnya kesadaran baru…itu bagi mereka yang pada satu titik akhirnya faham dan tersadar, ada cara Tuhan, yang sedang menggembleng mentalistasnya jadi manusia sesungguhnya, yang mampu meresapi dan menerima pembelajaran itu.

Sisi kepahitan hidup, adalah satu bab, dari cerita dibuku hidup kita,
Yang isi didalam itu, banyak bab-bab lainnya, yang akan kita baca dan praktekan tentunya.

Bab kepahitan itu punya gengnya sendiri, teman yang menjadi kawan seiringnya yakni,”kesusahan, kesempitan, kesengsaraan, dan penderitaan.” Wahh…sebuah terror atas psikologis kita ini mah!

Yaa…memang seperti itu !
Ini terror bagi jiwa yang rapuh.
Tapi menjadi penguat bagi jiwa yang berkarakter.

Kepahitan itu ibarat kawah candradimuka yang menelan jabang Tutuka menjadi sinatria pilih tanding.

Dan Gatotkaca, berhasil di gembleng dalam kawah candradimuka muka itu, menjadi sosok kesatria unggulan, yang gagah dan perkasa.
Otot kawat tulang besi, yang berarti manusia kuat yang sulit dikalahkan.

Itulah bentuk kemenangan !
Jika bab kepahitan bisa kita rampungkan.

Kita tak boleh kalah oleh, “gertakan cobaan,” yang jika kita sadari, sebuah gertakan itu cuma sesuatu yang membuat nyali kita ciut sesaat.
Padahal jika sebuah gertakan itu kita hadapi, keberanian kita mampu membuat terkaing, dan membuat pergi kesempitan yang sedang mencoba diri kita itu.

Ingat, Tuhan selalu mengetest kita, dengan memberikan cobaan untuk mengukur kesiapan kita, agar bisa naik kelas dengan Dia uji diri kita ini terlebih dahulu.

Lulus atau tidaknya kita dalam ujian yang diberikan Tuhan, itu tergantung pada cara kita menghadapi cobaan.
Apakah mental kita kuat!
Ataukah kita bermental pecundang !

Dalam pemahaman keyakinan setiap agama, kepahitan hidup, atau istilah lain yang menyertainya, itu merupakan cobaan !
Dimana adanya cobaan itu, diri kita diharuskan bersabar, memperbanyak doa, menguatkan ibadah, selalu eling, sadar, dan bertawakal kepadaNya.

Pahit tak akan selamanya pahit.
Perguliran roda hidup selalu akan ada.
Yang dibawah akan berputar ke atas.
Ikhtiar mencari cara kita keluar dari cobaan adalah keharusan.
Maka perbanyak upaya kita, agar bisa lepas dari himpitan kesulitan ini, dan dengan ikhtiar, itu merupakan Kayuhan kita agar roda kita bisa bergerak ke atas.

Hendaklah kita jangan terlalu kagetan, dalam menghadapi cobaan kepahitan hidup kita ini.
Kagetan malah akan berbahaya bagi keadaan kondisi kesehatan kita !

Santai saja kita saat menghadapi kepahitan hidup ini.
Nikmati saja, dengan keriang gembiraan.
Kepahitan bukan sesuatu yang mesti ditakutkan.
Kepahitan bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan.

Ia dengan sendirinya akan berlalu.
Seperti obat, kepahitan itu ada masanya.
Tentunya masa kadaluarsa atau expired nya ada.
Tunggu waktunya saja, maka bersabarlah.

Bagi para penyuka kopi hitam, kepahitan itu ibarat kita menikmati seduhan kopi yang pekat tampa gula.
Kita suka itu !
Malah kita bangga memesan kopi hitam tampa gula, yang bagi kalangan Barista, kopi tampa gula, konon katanya bisa membuat stamina kita bisa terjaga prima, dan sehat.
Jadi jika ketika kita minum kopi hitam, kita akan kuat, prima, dan sehat…maka, kepahitan hidup kita itupun, sesungguhnya bisa membuat kita kuat, prima, dan sehat.

Ayo senyumi saja kepahitan apa yang kita rasakan saat ini.
Insyaallah kepahitan itu akan berlalu dengan sendirinya.

Jika saat ini kita bersedih mengalami kepahitan.
Esok lusa kita akan menertawakan kepahitan yang kita rasa.

Alhamdulillah.
Semoga bermanfaat.
Bambang Melga Suprayogi

Leave A Reply

Your email address will not be published.