KETIKA JAMA’AH TABLIGH MENANTANG COVID-19

332
KETIKA JAMA’AH TABLIGH MENANTANG COVID-19

Oleh Ayik Heriansyah
Pengurus LD PWNU Jabar

Jama’ah Tabligh (JT), satu jama’ah yang mendedikasikan dirinya untuk menyebarkan dakwah Islam ke seluruh dunia, memperbaiki umat dengan cara memperbaiki diri sendiri melalui amalan-amalan praktis keseharian yang dilatih dalam program khuruj (keluar) dari rumah ke masjid-masjid dalam jangka waktu tiga hari, seminggu, empat puluh hari, empat bulan, setahun dan seumur hidup.

Kontribusi JT dalam menghidupkan kembali masjid-masjid terutama di daerah-daerah terpencil, sangat dirasakan. Melalui ajaran-ajaran tasawuf yang sederhana, mereka membuka kembali hati para preman, artis, pejabat yang selama ini tertutup oleh kerak-kerak maksiat. Untuk orang-orang yang baru sadar, pendekatan dakwah JT mudah diterima.

Iklan Layanan Masyarakat

Hanya saja, gerakan tasawuf JT tidak seperti tarekat pada umumnya. Di JT tidak jelas siapa wali mursyid-nya yang sekarang, yang menjadi pembimbing ruhani bagi jama’ahnya. Yang akan menunjuki jalan-jalan ke langit agar ruh anggotanya sampai kepada Allah swt. Jalan-jalan di langit lebih banyak, lembut, pelik dan terjal ketimbang jalan-jalan di muka bumi yang mereka lalui ketika khuruj. Sehingga orang akan lebih mudah sesat ketika menapaki jalan-jalan langit daripada jalan-jalan di muka bumi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here