Niat Puasa Ramadan

46
Niat Puasa Ramadan

Alhamdulillah, insyaallah esok hari, Jumat, 24 April 2020, kita akan mulai puasa Ramadan. (ketinggian hilal awal bulan Ramadan di Bandung pada Kamis magrib lebih dari 3°, jadi esok hari tampaknya sudah awal bulan). Saya sedikit akan membicarakan perihal niat dalam menjalankan puasa Ramadan.

Niat puasa Ramadan minimal harus mencakup dua unsur, yaitu Qashdul Fi`li (niat melakukan puasa) dan Ta`yin (menentukan jenis puasa), jadi niatnya cukup dengan: Niat saya puasa Ramadan (dibaca dalam hati).

Selanjutnya, dalam niat puasa tersebut, ada dua ketentuan yang menarik utk dibahas, yaitu, tabyit niat (niat di malam hari) dan tajdid niat (memperbaharui niat tiap hari).

Iklan Layanan Masyarakat
  1. Tabyit niat, maksudnya niat puasa Ramadan ini harus dilakukan malam hari (antara selepas magrib/terbenam matahari dan sebelum subuh/terbit fajar), sedangkan menurut Hanafiyah dibolehkan niat puasa Ramadan siang hari selama belum tergelincir matahari.
  2. Tajdid niat, maksudnya niat puasa Ramadan harus diperbaharui tiap malam, jadi satu niat hanya berlaku utk satu hari puasa. Namun Imam Malik dan Iamm Zufar dari Hanafiyah dan satu riwayat dari Imam Ahmad, menilai cukup niat puasa Ramadan satu kali di awal untuk seluruh puasa selama sebulan.

Nah, Imam Al-Qalyubiy, saat mengomentari penjelasan Imam al-Mahalliy terhadap buku Minhaj al-Thalibin-nya Imam Nawawiy, menyarankan kita untuk niat puasa Ramadan sekaligus sebulan di malam pertama, untuk jaga-jaga siapa tahu lupa niat puasa di malam hari, dan baru ingat saat sore hari bahwa kita tidak niat puasa waktu malam tadi, dengan mengikuti Imam Malik maka puasa tersebut tetap sah. Sedangkan jika ingat tidak niatnya sebelum zhuhur, maka dengan mengikuti pendapat Hanafiyah, puasa tersebut dinilai sah.

Hasyiyah al-Qalyubiy wa `Umayrah, II/83.

Niat Puasa Ramadan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here