Ketua PCNU Depok: “Saat ini kita diserang ideolog penghancur Aswaja yang mengaku Aswaja !”

30
Ketua PCNU Depok: "Saat ini kita diserang ideolog penghancur Aswaja yang mengaku Aswaja !"

Depok- (5/1/2020),Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok menggelar acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bekerja sama dengan Pondok Pesantren. Al-Manar Azhari, ratusan jamaah larut dalam kekhusyukan mengikuti setiap rangkaian acara.

“Mari kita rapatkan barisan, Perteguh ajaran Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja-red) an-nahdliyah dan perkuat NKRI,”ujar Ketua PCNU Kota Depok Ust. Achmad Solechan di Pondok Pesantren Al-Manar Azhari, yang terletak di Limo Kota Depok.

Menurutnya, saat ini Bangsa Indonesia dan Kota Depok khususnya diserang ajaran yang bertentangan dengan Aswaja, untuk itu, dirinya meminta kepada Warga Nahdliyyin agar waspada dan cerdas terhadap ancaman akidah Aswaja. “Kita diganggu, digoda, diinfiltrasi, mereka berpura-pura kemudian melemahkan akidah dan merusak dari dalam.

Iklan Layanan Masyarakat

Kita ingin mewarisi Islam dari Nabi Muhammad SAW dengan mengikuti ulama Nahdliyyin, kita harus waspada, penyusupan melalui ustadz, ustadzah padahal ingin menghancurkan amaliyah Aswaja,” paparnya, di hadapan jamaah.

Menurutnya, sebagai masyarakat umum wajib mengikuti para Ulama Aswaja An-Nahdliyah, yakni Ulama yang tergabung dalam wadah Organisasi Nahdlatul Ulama selalu membimbing umat untuk beragama secara lurus dan turut menjaga keutuhan NKRI.

“Kita menjadi Muslim Indonesia antara lain karena berasal dari keluarga Muslim atas perjuangan para Wali Songo. Kemudian diteruskan oleh para Ulama Nusantara yang tergabung dalam naungan Jam’iyyah NU, untuk itu memperjuangkan Islam harus dibarengi dengan Komitmen menjaga NKRI,”harapnya.

Ketua PCNU Depok: "Saat ini kita diserang ideolog penghancur Aswaja yang mengaku Aswaja !"
Ketua PCNU Depok

Dalam kesempatan tersebut hadir Ketum PBNU KH. Said Agil Siraj, Pengasuh PP. Al-Manar Azhari KH. Manarul Hidayat, Rois Syuriah NU Depok KH. Syihabudin Ahmad, Wakil Walikota Depok Pradi Supriyatna dll. Acara lebih dulu di awali pembacaan yasin, tahlil, Maulid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here