Mahasiswa Universitas Gunadarma Kampanyekan Bahaya Radikalisme
Hari Minggu yang cerah ini, mahasiswa Universitas Gunadarma mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat. Sebanyak kurang lebih 200 mahasiswa melakukan blusukan ke kampung-kampung di daerah Kelapa Dua, Karawaci, Tangerang untuk mengkampanyekan bahaya radikalisme kepada masyarakat. Mereka dibagi menjadi 20 kelompok dan bergerak mendekati warga yang sedang beraktivitas sehari-hari. Tiap kelompok mengkampanyekan bahaya radikalisme dan terorisme langsung kepada masyarakat. Para mahasiswa membekali diri mereka dengan berbagi poster tentang radikalisme, terorisme dan nasionalisme. Mereka selain memberi informasi juga meminta pendapat warga tentang radikalisme.
Jawaban-jawaban yang diberikan masyarakat mengesankan bahwa sebagian besar masyarakat sudah memahami tentang bahaya dan penyebab radikalisme. Menurut salah satu warga radikalisme itu disebabkan karena pemahaman agama yang salah dan salah dalam memilih guru. Warga yang lain mencoba menjelaskan tentang bahaya media sosial sebagai sarana penyebaran paham radikalisme ini. Menurut mereka radikalisme bisa ditangkal dengan memberikan bekal agama yang cukup kepada anak-anak dan remaja serta pentingnya peran orang tua untuk mengontrol penggunaan handphone terutama bagi anak yang masih di bawah umur.
Kegiatan hari ini merupakan kegiatan terakhir dari rangkaian kegiatan yang sudah diselenggarakan dua hari sebelumnya. Hari pertama mahasiswa diberikan pemahaman tentang radikalisme melalui tayangan film dokumenter. Hari kedua mereka dibekali dengan pengetahuan yang lebih dalam melalui seminar anti radikalisme dari BNPT. Setelah mengikuti seminar, mahasiswa diajak untuk berkunjung ke TMII dengan maksud untuk lebih memunculkan pemahaman dan penghayatan tentang toleransi dan kebhinekaan. Kegiatan hari kedua ditutup dengan konser musik. Hari terakhir ini, dimaksudkan untuk aplikasi dari pembekalan di hari pertama dan kedua.
Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama Universitas Gunadarma dan Global Peace Foundation (GPF) yang bergerak di bidang kampanye perdamaian. GPF sendiri sudah melakukan kegiatan serupa di banyak kampus di Indonesia. Kegiatan-kegiatan seperti ini penting untuk dilakukan di tengah maraknya isue radikalisme dan terorisme juga sekaligus untuk terus meneguhkan rasa nasionalisme dan toleransi kita sebagai warga negara Indonesia. (Muhammad Fakhrurrozi)
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.





