Makna Hijrah dari Masa Kenabian ke Era Media Sosial (bagian 3, habis)

Ahmad Makki – Di Indonesia perumusan wacana hijrah dimulai oleh Agus Salim, sebagai jargon perlawanannya terhadap pemerintah kolonial Belanda. Hijrah baginya berarti menolak kerja sama (nonkooperasi) dengan pihak kolonial (M. C. Ricklefs, A history of modern Indonesia since c.1200 (3rd ed.), [London, Palgrave: 2001 M], halaman 221; Bachtiar Effendy, Islam dan negara: transformasi gagasan dan praktik politik Islam di Indonesia (Edisi digital ed.), [Jakarta: Democracy Project.Tangkilisan: 2011 M], halaman 77); dan Friend, 2009, dalam Tangkilisan, 2015, halaman 146).
Rumusan Salim ini berpengaruh kuat di kalangan Partai Sjarikat Islam Indonesia (PSII), hingga dijadikan garis kebijakan partai. Kartosoewirjo yang merupakan salah satu kader PSII merumuskan kembali wacana hijrah sebagai landasan visinya tentang Negara Islam Indonesia (NII).
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



