Makna Hijrah dari Masa Kenabian ke Era Media Sosial (bagian 3, habis)

88
Makna Hijrah dari Masa Kenabian ke Era Media Sosial (bagian 3, habis)

Ahmad Makki – Di Indonesia perumusan wacana hijrah dimulai oleh Agus Salim, sebagai jargon perlawanannya terhadap pemerintah kolonial Belanda. Hijrah baginya berarti menolak kerja sama (nonkooperasi) dengan pihak kolonial (M. C. Ricklefs, A history of modern Indonesia since c.1200 (3rd ed.), [London, Palgrave: 2001 M], halaman 221; Bachtiar Effendy, Islam dan negara: transformasi gagasan dan praktik politik Islam di Indonesia (Edisi digital ed.), [Jakarta: Democracy Project.Tangkilisan: 2011 M], halaman 77); dan Friend, 2009, dalam Tangkilisan, 2015, halaman 146).

Rumusan Salim ini berpengaruh kuat di kalangan Partai Sjarikat Islam Indonesia (PSII), hingga dijadikan garis kebijakan partai. Kartosoewirjo yang merupakan salah satu kader PSII merumuskan kembali wacana hijrah sebagai landasan visinya tentang Negara Islam Indonesia (NII).

Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here