Mengapa Jumlah Umat Islam di Indonesia Menurun ?
Sebelumnya, Ketua Yayasan Rumah Peneleh Aji Dedi Mulawarman mengatakan, di saat pemeluk Islam secara global naik signifikan, di Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia justru persentasenya malah menurun. “Umat Islam (di Indonesia) dari 95 persen menjadi 85 persen, ada anomali di dalam pusat Islam di Nusantara,” kata Aji. Menurut dia, umat Islam dari waktu ke waktu seolah tidak berdaya. Di bidang politik, misalnya trend suara politik umat Islam cenderung menurun. Dia menuding ada agenda liberalisme, individualisme, deislamisasi, dan depolitisasi yang membuat umat semakin tersisih. Dia mencontohkan, ketika Partai Islam akan membesar, ada kekuatan sistematis yang menghancurkannya. Adapun, Partai Islam lain tidak memiliki struktur dan pengaderan yang masif hingga tidak bisa berkembang. “Tahun 2024, umat Islam di Indonesia sebagai simbol umat Islam dunia akan seperti apa? Angka 24 menjadi penting dalam upaya konsolidasi umat agar tidak menjadi buih,” kata Aji. Dia meyakini, ada hadits terkait pembaharu 100 tahun, di mana umat akan bangkit pada Pemilu 2024 kalau konsolidasi dimulai sekarang. Dia menyatakan, Rasulullah lahir tahun 624, Yazid 724, Al Ma’mun 824, Sabrang Lor dan Trenggono 1524, Diponegoro 1824, dan Tjokroaminoto 1924. “Siklus 100 tahun, setiap perubahan selalu terjadi konsolidasi umat. ”
Prog Dr Yusril Ihza Mahendra mengatakan, harus diakui umat Islam seolah menjadi tamu di negeri sendiri. Padahal, kata dia, wakil presiden pertama RI, Moh Hatta, telah melarang orang timur asing menjadi presiden dan memiliki tanah di Indonesia. “Sebab mereka tidak ikut berjuang, karena masa penjajahan Belanda, Jepang mereka membantu,” ujar Yusril. Saat ini, sambung dia, sebanyak 74 persen tanah di Indonesia dimiliki korporasi besar, seperti Ciputra dan Podomoro yang mereka juga menguasai perkebunan. “Ini berbeda dengan apa yang diinginkan Moh hatta, kalau tanah ini tidak boleh dimiliki timur asing,” kata mantan menteri sekretaris negara tersebut. Jadi menurut penulis, secara structural, keterpurukan pemilikan asset ekonomi memberikan kontribusi semakin marginal dan berkurangnya jumlah umat Islam.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.




Bagaimana Islam persentasenya terus menurun, lah memang timur asing sudah menguasai ekonomi disegala lini juga di pemerintahan ditambah Nu sendiri bukan malah berdakwah seperti walisongo dengan cara lembut keplosok-plosok nusantara tapi lebih suka berdakwah pluralisme kebablasan dan memfasilitasi kader-kadernya yg liberalis juga ikut bersebrangan dengan partai dan kelompok islam lainnya dalam hal politik, ya gak heran makanya umat diarus bawah semakin terlantar dengan dakwah Islam.
Gmn islam mo berkembang, pendakwah2 karbitan, habib abal2, mualaf palsu hanya u memgumpulkan pundi2 yg dijdkan panutan para kadrun & umat yg suka dgn materi2 fitnahan & meng-olok2, ceramah2nya hanya menjelekkan & mengkafirkan agama lain bukan mengexsplor & mengajarkan agamanya sendiri, ketika internet berkembang & semua informasi terbuka mknya pemeluk agama2 lain mencari kelemahan2 islam jd muncullah Christian prince, David woods, Sam samoun, Louise prasetyo, Esra soru, Syaifudin ibrahim dll yg akhirnya umat lain jd tau apa saja kelemahan2 islam, awloh swt, quran, muhammad & hadisnya dijadikan senjata u mengcounter pendakwah2 karbitan yg akhirnya banyak muslim yg murtad
Dl sblm mereka2 exist indonesia itu damai & aman tp skrng bs kita lht sendiri kan
Hemmm….artikelnya sangat bagus dan aktual. Saya ingin memberi sedikit pendapat sesuai dengan background saya. Tak bisa dipungkiri semakin hari orang semakin berpikir rasional. Saya seorang kristen-katolik, jujur saja. Saya bukan orang yg senang dengan permasalahan yg dihadapi temen-temen Muslim. Saya punya ikatan emosional dengan keluarga dan teman-teman saya. Anggota keluarga saya beragama plural dan mayoritas muslim. Saya dibesarkan dalam pendidikan guru-guru Muslim yang baik. Saya tdk punya alasan apapun untuk membenci Muslim. Karena kebanyakan saudara dan teman saya Muslim. Saat saya masuk kuliah belajar filsafat dan teologi yang juga mengharuskan belajar Alquran, hanya satu buat saya. Yang perlu diperbanyak bukanlah “DAKWAH”…. tapi belajar dan terus berikhtiar dalam kesaksian hidup, TELADAN PARA GURU DAN PEMIMPIN MUSLIM, dalam hati saya sampai sekarang (meskipun kami berbeda agama), guru-guru Muslim waktu saya SMA adalah guru-guru favorite saya… Sampai sekarang. Mereka pintar, baik hati, saat mengetahui bahwa saya orang kristen tidak menolak, memberi pinjaman buku, berbicara sesuai porsinya soal agama kepada saya, semuanya saya ingat, percis saya ingat. Itulah ISLAM, saya mengerti ISLAM dari guru saya, bukan dari para pendakwah. Bersiaplah untuk “RASIONALITAS GLOBAL”. Saya banyak berhutang budi pada guru saya. Dan membaca artikel ini, siapaun orangnya, agamanya, yang penting buat saya kita hidup ditumpah darah yang satu INDONESIA. Sekali lagi mohon maaf, bukan dakwah yang nomorsatukan, cukuplah dengan bersaksi dengan, hidup yang baik, peduli kemanusiaan, saya yakin umat Muslim akan berkembang. Dan bukan jumlah ” Jemaah” yang dicapai, tetapi “KUALITAS JEMAAH”. Saya tdk bangga kalau orang kristen semakin banyak, semakin sedikit justru lebih baik, karena tentunya kualitasnya teruji. Bukankah, Islam itu penjaga kedamaian? Kualitas hidup Muslim yang baik, itu JAWABAN yang paling tepat. Kami, dalam intern agama kami muncul banyak serangan “feminism” hanya gara-gara pertanyaan mengapa terjemahan Tuhan itu “he” bukan “she”, simpel dan lucu, tapi itu sangat serius bagi golongan perempuan. Akankah Islam dalam dekade kedepan dihadapkan lebih agresif karena Islam adalah agama yang lebih maskulin. Perlulah generasi muda Muslim lebih mendalami agamanya dan bersiap ” melawan gempuran dari dalam” bukan fokus apa yang dari luar. Wassalam…
BERITA apt ini bisa saja HOAKS,JADI SAYA GAK PERCAYA BILA DISEBUT SETIAP TAHUN.2 JUTA MUSLIM MURTAD,
Perlu belajar dari fakta dan logika.salam sehat dan salam waras. Syalom
Lagi2 tersinggung dan kuarir, lalu mengkerut kentut.
Lalu berkata : kristenisasi.
Semua adalah karena Sang PENCIPTA memilih mu, IA memilih bukan kita manusia.
Kenapa takut sih dengan jumlah Kristen ✝ yg semakin banyak ?
Lalu kegerahan sendiri.
IA memilih mu untuk hidup.
IA memakai mu untuk membawa Firman NYA.
IA menggunakan mu untuk bertobat .
Salam kasih TUHAN YESUS KRISTUS, untuk INDONESIA diberkati dengan urapan kasih NYA, INDONESIA dijamah menjadi pilihan NYA untuk, mengatakan terang NYA.
.
Aamiin
Saya masi bengung walaupun saya Islam Allah yang menciptakan alam semesta dan menciptakan manusia tapi mengapa keristen yng lebi banyak penganut nya