Menjawab Persoalan Tanpa Merujuk Kitab Ulama

168

Menjawab Persoalan Tanpa Merujuk Kitab UlamaBolehkah bagi ulama sekarang menjawab persoalan umat langsung dengan merujuk pada  Al-Qur’an dan Sunnah tanpa melalui kitab-kitab para ulama ?

Ulama sepakat bahwa Al-Qur’an dan Sunnah (hadis) adalah sumber hukum utama. Mereka juga sepakat bahwa seluruh persoalan keagamaan, khususnya, harus merujuk dan berbasiskan Al-Qur’an dan Sunnah. Tetapi, mencari dan menemukan jawaban dari kedua sumber tersebut bukan perkara yang mudah bagi kebanyakan ulama, apalagi bagi masyarakat umum.

Oleh karena itu, merujuk pada Qur’an dan Sunnah langsung tanpa melalui kitab-kitab ulama tidak boleh dan sangat beresiko. Larangan ini berkaitan dengan kapasitas keilmuan ulama sekarang jauh di bawah ulama terdahulu, sehingga resiko terjatuh pada kekeliruan, baik untuk dirinya atau orang lain, sangat besar.

Iklan Layanan Masyarakat

وَمَنْ لَمْ يُقَلِّدْ وَاحِدًا مِنْهُمْ وَقَالَ أَنَا أَعْمَلُ بِالْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ مُدَّعِيًا فَهْمَ الْأَحْكَامِ مِنْهُمَا فَلاَ يَسْلَمُ لَهُ بَلْ هُوَ مُخْطِئٌ ضَالٌّ مُضِلٌّ سِيَّمَا فِى هَذَا الزَّمَانِ الَّذِى عَمَّ فِيْهِ الْفِسْقُ وَكَثُرَتْ فِيْهِ الدَّعْوَى الْبَاطِلَةُ لِأَنَّهُ اِسْتَظْهَرَ عَلَى أَئِمَّةِ الدِّيْنِ وَهُوَ دُوْنَهُمْ فِى الْعِلْمِ وَالْعَدَالَةِ وَاْلِإطِّلاَعِ.

“Barangsiapa yang tidak mengikuti (muqollid) salah saeorang dari ulama mujtahid, dan berkata ‘Aku hanya akan mengamalkan dari Al-Qur’an dan Sunnah’ sambil mengklaim bisa memahami hukum dari keduanya, maka orang tersebut tidak akan selamat, bahkan ia keliru, sesat dan menyesatkan. Apalagi di masa sekarang di mana kefasikan mewabah dan dakwah-dakwah yang keliru banyak menyebar, karena ia hendak menyaingi para imam dalam urusan agama, sedangkan orang itu kapasitas keilmuan, keadilan dan pengkajiannya di bawah mereka.  (Tanwirul Qulub fi Mu’amalah al-‘Allami al-Ghuyub  hal.75 )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here