Mewadahi Gairah Baru dalam Berislam
Dengan posisi seperti ini, kepercayaan diri umat Islam terus bertambah dari waktu ke waktu yang tercermin dalam ekspresi sosial dan politik. Sebelumnya, umat Islam mengalami marginalisasi, dari era kolonial hingga kemerdekaan. Sektor ekonomi dan politik dikuasai oleh sekelompok kecil elit yang kebijakannya tidak selalu menguntungkan Islam sebagai mayoritas. Umat Islam dalam banyak hal hanya dijadikan stempel untuk mengesahkan kebijakan tertentu.
Situasi seperti ini tentu harus disyukuri bahwa umat Islam memiliki posisi tawar yang terus menguat. Hal yang perlu diperhatikan adalah adanya ekpresi yang berlebihan dari sekelompok kecil umat yang berpotensi merusak tatanan dan harmoni yang sudah ada mengingat Indonesia dari semula adalah negara dengan sejumlah keragaman. Keinginan mendirikan negara Islam tentu merusak kesepakatan besar yang sudah ada dari para pendiri bangsa. Merasa paling benar sendiri dan menegasikan kelompok lain yang memiliki potensi untuk turut membangun bangsa ini juga turut diwaspadai.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



