Muharrik Masjid Nahdlatul Ulama Pemegang Kunci Surga
Pengurus Cabang Lembaga Ta’mir Masjid LTMNU Kab Bogor yang diketuai oleh H Agus Riadi beberapa hari lalu tepatnya, Sabtu ( 2/6 ) telah mengadakan acara Bukber, Istighotsah dan Tarawih bersama warga Nahdliyin di Kantor PCNU Kab. Bogor. Acara yang berlangsung sejak Ba’da ashar hingga Ba’da Isya tersebut dihadiri oleh para pengurus PCNU Kab Bogor dan warga Nahdliyin sekitar Bogor. Nampak hadir, Rois Syuriah PCNU Kab. Bogor Dr. KH. Aim Zainuddin, M.A, Pengurus PB LTNNU bagian Jurnal dan Risalah, Dr. Kiai Muhammad Fakhrurrozi, M.Psi , Ketua RMI PCNU Kab Bogor KH Abdul Basith, Ketua LDNU Kiai Ahmad Ikrom, M.A, dll.
H Agus Riadi dalam acara tersebut mengundang KH Abdul Manan Abdul Ghani selaku Ketua PBNU yang membawahi Lembaga Ta’mir Masjid (LTM PBNU) dan Lembaga Dakwah (LD PBNU). Dalam ceramahnya beliau menjelaskan sejarah Muharrik masjid menurut pandangan Al Quran dan Sunnah, “Tentunya Anda ingat saat istri Imron bernadzar, jika punya anak akan dipersembahkan menjadi Marbot Masjid. Dilalahnya, anak yang dilahirkan ternyata seorang perempuan, yang kelak dikenal bernama Maryam.” Ucap Kiai Manan. Imran pun memenuhi nadzarnya, menjadikan Maryam sebagai Marbot masjid dari kalangan wanita. Istilah sekarang menjadi seorang Muharrikah. Wanita penggerak untuk memakmurkan Masjid, tempat peribadatan atau mihrab.
Menjadi seorang Muharrik Masjid, otomatis tidak hanya datang ke Masjid saja. Tetapi, Muharrik memiliki jiwa yang siap melayani umat. Dia harus mempersiapkan seoptimal mungkin agar masjid menjadi tempat yang nyaman bagi umat yang ingin melaksanakan peribadatan. “ Muharrik harus menjaga kebersihan Masjid, menjaga kesucian Masjid dan juga menjaga keharuman area tempat sholat, serta menjaga kerapihan dan keteraturan sarana- prasarana untuk sholat.” Tegas Kiai Manan.
Tugas pelayanaan umat yang harus dilakukan oleh Muharrik memang sangat kompleks, tapi itulah yang justru dapat menjadikan seorang muharrik Masjid mulia dan kelak dapat meraih surga yang selalu dijanjikan oleh Allah SWT. “ Jika anda semua ingin mulia dan meraih kunci Surga, maka jadilah Muharrik Masjid dan harus bangga dengan keahlian dan pekerjaan tersebut.” Lugas Kiai Manan.
Pada kesempatan yang sama Kiai melanjutkan penjelasannya dengan mengutip sebuah Hadits Qudsi : ” … Siapa orang yang menziarahi Masjid, maka ia dianggap telah memakmurkan Masjid….” Seorang muharrik Masjid tidak hanya datang menziarahi masjid tapi ahli dalam memenej, mengatur apapun yang ada di Masjid, aktifitas Muharrik menurut hadis tersebut sangat mulia. Kemuliaan hakiki hanya milik Allah SWT dan akan diberikan kemuliaannya kepada orang-orang yang memakmurkan Masjid. “ Jiwa Muharrik harus dimiliki oleh para pengurus Masjid dan Lembaga Dakwah PCNU kab. Bogor.” Ucap Kiai Manan dengan penuh semangat sebelum mengakhiri ceramahnya.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.






