MWC NU Kecamatan Gunungsindur Gelar Pengajian Bulanan Sekaligus Konsolidasi Organisasi

103

Kabupaten Bogor, – Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Gunungsindur bergerak cukup aktif. Meskipun ditengah situasi pandemi Covid-19, namun MWC NU Gunungsindur cukup aktif melakukan berbagai kegiatan tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan.

Geliat organisasi tidak hanya tergambar di Pengurus MWC NU saja, akan tetapi di jajaran kepengurusan ranting dan juga Banom yang nampak hidup dengan kegiatannya sendiri-sendiri.

Pengajian Bulanan Majlis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Gunungsindur, yang diadakan di Masjid Baiturrahim Desa Cidokom Kecamatan Gunungsindur Kabupaten Bogor.

Iklan Layanan Masyarakat

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pengurus LTM NU tingkat Kecamatan Gunungsindur Kabupaten Bogor ini, dihadiri banyak tokoh ulama se-Kecamatan Gunungsindur. Para da’i-da’i muda ditampilkan untuk memberi tausyiah dihadapan masyarakat yang hadir semua.

Hadir dalam kegiatan tersebut, H. Agus Riadi, ketua LTM NU Kabupaten Bogor, didampingi oleh wakil sekretaris, kang Hakim Hasan. Tokoh masyarakat, kepala desa hingga para Pengurus MWC NU Gunungsindur, ketua LTM NU tingkat Kecamatan Gunungsindur, KH. Syukur Ya’kub. Sangat bersyukur atas kehadiran ketua LTM NU Kabupaten Bogor.

Dalam sambutannya Ketua LTM NU Kabupaten Bogor H. Agus Riadi menyampaikan, bahwa dengan digelarnya pengajian rutin bulanan keliling ke Masjid-Masjid mempunyai tujuan dan tekad meningkatkan ukhuwah Islamiyah.

“Konsolidasi untuk memperkuat seluruh komponen yang ada ditubuh NU Gunungsindur menjadi satu ikatan yang kuat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan Tradisi, Amaliah dan Akidah Ahlussunah Waljama`ah Ala Nahdlatul Ulama”, Katanya.

Hadir pada kegiatan itu, para da’i dan da’iyah perwakilan dari setiap ranting desa yang diberi kesempatan untuk memberikan tausyiah, unsur Banom dan lembaga, Ansor, Banser, Muslimat, Fatayat dan lainnya

Acara yang digelar sejak pagi hari diawali dengan dzikir tahlil dan pembacaan riwayat maulid Nabi Muhammad saw, diakhiri dengan ramah tamah.

Previous articleSantri dan Peradaban yang Terluka
Next articlePelajar NU Kecamatan Juntinyuat Hari Santri Nasional dengan Menggelar Refleksi Perjuangan Rakyat Kaum Sarungan
Kang Hakim Hasan, aktivis Peace Leader Indonesia, LTN Kab Bogor dan Pergunu kota Depok. kesehariannya aktif ngajar ngaji Lekar di beberapa Surau Bogor-Depok, suka Travelling Ziarah mengumpulkan data Auliya nusantara dan Dunia, pernah riset ke makam Imam Ghazali (Thus), Imam Abu Hanifah (Irak) mencari jejak auliya dunia, bisa dinikmati hasil perjalanan nya di @liputansantrinusantara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here