Pelajar NU Kecamatan Juntinyuat Hari Santri Nasional dengan Menggelar Refleksi Perjuangan Rakyat Kaum Sarungan
Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Juntinyuat & PKPT IPNU IPPNU Kampus Putih mengadakan Kegiatan Refleksi Perjuangan Rakyat Kaum Sarungan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang bertempat di Sekretariat PKPT IPNU IPPNU Kampus Putih pada Sabtu (24/10).
Kegiatan tersebut merupakan realisasi dari rapat gabungan antara PAC IPNU IPPNU Juntinyuat dengan PKPT IPNU IPPNU Kampus Putih.
Acara tersebut dihadiri kurang lebih 40 orang perwakilan dari kalangan santri.
Peringatan Hari Santri merupakan tonggak awal mengenang sejarah resolusi jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari dalam mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tak hanya itu, jaringan ulama dan santri telah terbukti secara konsisten memberikan perdamaian dan keseimbangan dunia.
Hari santri yang diperingati pada tanggal 22 Oktober, berdasarkan keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah kita ketahui deretan perjuangan saat ingin memerdekakan bangsa Indonesia.
Pada Tanggal 21 dan 22 Oktober 1945, wakil-wakil cabang NU di seluruh Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya dan menyatakan perjuangan kemerdekaan sebagai jihad (perang suci), tulis Martin Van Bruinessen dalam NU: Tradisi, relasi-relasi kuasa, pencarian wacana baru (1994: 52)
Proses ke ikut sertaan perjuangan rakyat kaum sarungan untuk kemerdekaan bangsa dari tahun 1618 sampai begitu lamanya. Berbagai napak tilas di berbagai wilayah misalnya Juntinyuat, terdapat beberapa tokoh penting. Pengetahuan sejarah sebelum kita ada, menjadi pembelajaran bahwasanya ini lah perjuangan yang dilakukan para pendahulu. Kini saatnya kita yang mulai berperan.
Satu kata yang sangat menarik dari pemateri adalah “gunakan nalarmu, lalu asah pikiranmu, dan mainkan jarimu” tutur Kang Wawan. Dan satu pemateri lagi yang saya penasaran dan menarik adalah “jadilah santri yang berperan, lawan stigma yang tidak sesuai” ujar Mas Akhmad Rifa’i.
Dengan mengambil tema “Membedah Perjuangan Rakyat Kaum Sarungan” bertujuan agar IPNU IPPNU bisa tumbuh ghiroh semangat perjuangan.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Alumni IPNU yang ada di Kecamatan Juntinyuat. Prosesi demi prosesi acara berjalan dengan khidmat. Setiap peserta Refleksi Hari Santri mendapatkan khazanah keilmuan tentang sejarah perlawanan Rakyat Kaum Sarungan melawan penjajah.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



