MWCNU Kecamatan Babakan Ciparay Menyambut Maulid Nabi SAW

92

MWCNU Kecamatan Babakan Ciparay Menyambut Maulid Nabi SAWSetiap tahun, hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabi’ul Awal selalu dirayakan oleh mayoritas kaum Muslim. Peringatan Maulid Nabi selalu diisi dengan pengajian dan ceramah yang mengisahkan kehidupan Nabi Muhammad Saw sebagai teladan umat Islam.

Seperti hal nya acara Menyambut Maulid yg di gelar oleh para jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Acara yg di gelar pada Kamis Malam itu bertempat di pelataran Mesjid Attaqwa, Situ Aksan, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Iklan Layanan Masyarakat

Acara tersebut dibuka dengan sambutan-sambutan oleh aparatur setempat dan dilanjut dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, Tawasul, Tahlil dan pembacaan Maulid Adiba’i karangan Al Imam Al Jalil Ad-Diba’i yg dipimpin langsung oleh Ketua MWCNU Kecamatan Babakan Ciparay Yaitu Ust Deni Rahman yg juga merangkap sebagai Ketua Rijalul Ansor Kota bandung.

Acarapun di lanjut dengan Mauidzoh Hasanah yg di bawakan Oleh KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi Sekretaris PCNU Kota Bandung Yg akrab di sapa Kang Mako dikalangan pengurus PCNU Kota Bandung.

Kang Mako sendiri mengangkat tema ceramahnya tentang Bagaimana Akhlak Rosululloh Saw terhadap Istri.
Menurut Kang Mako Rosululloh Saw itu tak pernah mengeluh meski keadaan kurang mendukung, Hatinya sangat lapang.

“Pernah suatu ketika Nabi Saw tidak mendapati Makanan apapun untuk sarapan di meja dapurnya, seketika beliau berniat puasa untuk hari itu” ujar kiyai muda kelahiran Jombang itu

“Begitulah Rosululloh Saw tidak pernah ingin menjadi beban bagi oranglain, termasuk keluarganya sendiri. Bahkan untuk menyenangkan Hati Istrinya Nabi Saw selalu memanggil Aisyah dengan panggilan yg sangat mesra, yaa Humairah (wahai pemilik pipi yg ke merah merahan)” lanjut Kang Mako

Beliau juga menceritakan pengalaman lain yg tetap membekas di hati Siti Aisyah. Yaitu pada suatu hari Aisyah Diselimuti rasa khawatir, karena hingga menjelang Subuh ia tidak mendapati suaminya tersebut tidur di sebelahnya.

Dengan dipenuhi rasa gelisah yg menghantui dirinya Aisyah pun mencoba berjalan keluar. Ketika pintu dibuka, Aisyah terbelalak kaget karena melihat Rosululloh Saw sedang tidur di depan pintu rumah.

“Nabi Saw itu sangat menyayangi istrinya, saking tidak mau mengganggu kenyamanan istrinya beliau lebih baik memilih tidur di luar rumah”ujar Kang Mako dihadapan hadirin yg hadir malam itu

Kata Kang Mako juga tidak Aneh, setiap Aisyah ditanya soal kepribadian Nabi Muhammad Saw, pasti Aisyah menjawab tegas. Kana Khuliquhu Al-Qur’an (akhlaknya tak ubahnya Al-Qur’an).

Selain itu Kiyai yg sedang menjabat sebagai Sekretaris PCNU Kota Bandung itu juga menjelaskan 4 alasan kenapa kita terkadang sering malas beribadah.

“Pertama karena banyak harta, sibuk ngurusin harta, padahal Nabi Sulaiman Saja banyak harta tapi tetap rajin Beribadah, kedua Karena miskin jadi alasan untuk kita semua malas beribadah, padaha sejatinya Nabi Isa itu miskin tapi beliau tetap rajin beribadah, ketiga alasannya karena sakit, padahal Nabi Ayub juga diberikan Alloh Ujian berupa rasa sakit dan beliau tetap rajin dalam menjalankan Ibadanya, dan yg terakhir karena sibuk kerja, jadi tidak sempat untuk beribadah, padahal Nabi Yusuf saja sibuk dan bahkan menjadi budak belian, tapi beliau tetap saja rajin beribadah”ujar kang Wahyul

Sebelum menutup Tausiah nya KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi mengajak semua mustami, aparatur setempat ataupun para tokoh masyarakat yg hadir malam itu agar dalam rangka memperingati Maulid Nabi ini bisa lebih meningkatkan kualitas ibadah kita, dan lebih meneladani sifat-sifat kasih sayang Kanjeung Nabi Saw.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here