Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-22
ما من نفس تبديه إلا وله قدر فيك يمضيه
“Tidaklah kamu menarik dan mengeluarkan nafas kecuali disertai dengan Ketentuan Allah yang berlaku dengannya. ”
(Ber)-nafas, bagi makhluk hidup, adalah sesuatu yang dhoruri alias pokok dan utama. Artinya nafas pertanda kehidupan. Tak ada nafas, ya tidak ada kehidupan. Pastinya, nafas lebih berharga dari dunia dan seisinya.
Karena manusia takkan pernah bisa merasakan manis dan lezatnya dunia jika tidak bernafas.
Pertanyaannya: seringkah kita merenung tentang nafas? Dan menemukan pelajaran luhur dalam keluar-masuknya nafas ?
Harus diakui perhatian kita tentang nafas sangatlah minim. Kita baru tersadar tentangnya jika hidung dipenuhi lendir.
Sedemikian berhajatnya makhluk hidup kepadanya, Allah menyertakan ketetapan dan ketentuan terkait nafas. Agar setiap tarikan nafas itu memiliki makna dan kebaikan bagi manusia.
Orang bijak berkata: Sesungguhnya jalan mengenal Allah sebanyak tarikan nafas dari makhluk.
(1.30/220118)
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.


